Samsung melihat tekanan di pasar memori belum akan cepat reda, dan bahkan berpotensi makin berat ketika memasuki 2027. Bagi pembeli laptop, PC gaming, smartphone, hingga SSD, sinyal ini berarti harga tinggi bisa bertahan lebih lama dari yang diharapkan.
Yang paling mengkhawatirkan, Samsung menilai kapasitas produksi DRAM dan NAND untuk 2027 sudah tertinggal dari laju permintaan. Jika proyeksi itu benar, jarak antara pasokan yang tersedia dan kebutuhan pasar justru akan semakin lebar.
Permintaan naik lebih cepat dari kemampuan produksi
Gelombang besar kebutuhan memori datang dari dorongan terkait AI. Pasar RAM dan flash memory sudah memanas sejak musim gugur 2025, sementara kapasitas pabrik tidak mampu mengikuti lonjakan tersebut.
Reuters melaporkan bahwa Kim Jaejune, manajer senior di divisi memori Samsung, ikut menyoroti tekanan yang masih terjadi di industri. Samsung sendiri menilai volume produksinya belum sanggup mengejar permintaan pasar yang terus membesar.
Di tengah kondisi seperti itu, perusahaan teknologi besar disebut menyerap porsi produksi yang sangat besar. OpenAI termasuk di antara pihak yang mengambil kapasitas dalam jumlah besar, sehingga pasokan untuk kebutuhan lain ikut tertekan.
Dampaknya sudah terasa di produk konsumen
Krisis ini tidak lagi berhenti di level komponen mentah. Dampaknya sudah merambat ke perangkat yang langsung dibeli konsumen, terutama produk yang memakai RAM dan NAND.
RAM DDR5 32 GB kini disebut berada di level $394. Padahal pada Agustus lalu harganya masih $91, sehingga lonjakannya terlihat sangat tajam.
Tekanan serupa juga muncul pada SSD. Samsung 990 Pro M.2 SSD kapasitas 2 TB kini tidak tersedia dengan harga $572, sedangkan tahun lalu SSD yang sama berada di kisaran $119.
Kenaikan itu membuat biaya produksi perangkat elektronik tetap tinggi. Akibatnya, harga laptop, PC gaming, smartphone, dan SSD berpotensi sulit turun dalam waktu dekat.
Produsen justru menikmati ruang untung besar
Saat pasar kekurangan pasokan, produsen memori berada di posisi yang sangat kuat. Kondisi itu memberi mereka ruang margin yang besar di tengah permintaan yang jauh melampaui kemampuan produksi.
Divisi chip Samsung mencatat kenaikan laba 4.800% pada kuartal pertama 2026 dibanding kuartal pertama 2025. Angka ini memperlihatkan seberapa besar keuntungan yang bisa muncul ketika pasar sedang sangat ketat.
Situasi tersebut juga menunjukkan bahwa produksi masa depan sudah banyak terserap. Seluruh produksi untuk 2027 disebut sudah habis terjual, sehingga ruang untuk pelonggaran pasokan menjadi sangat terbatas.
Harapan pemulihan masih jauh
Perbaikan paling cepat baru diperkirakan muncul pada 2028. Namun, pemulihan itu masih bergantung pada dua hal penting, yaitu seberapa cepat kapasitas produksi bisa diperluas dan bagaimana arah permintaan bergerak.
Jika kebutuhan memori untuk AI terus tumbuh agresif, tambahan kapasitas baru pun bisa cepat terserap kembali. Sebaliknya, jika ekspansi pabrik berjalan lebih cepat dan permintaan melambat, tekanan harga baru punya peluang untuk mereda.
Untuk saat ini, arah pasar masih menunjukkan sebaliknya. Samsung memandang 2027 sebagai masa ketika krisis DRAM justru memburuk, bukan membaik, sehingga konsumen yang menunggu harga perangkat turun kemungkinan masih harus bersabar lebih lama.
Source: www.notebookcheck.net