Nvidia tidak datang ke Computex Taipei 2026 hanya untuk memamerkan GPU yang lebih kencang. Perusahaan ini justru menempatkan AI PC, kendaraan otonom, dan robot humanoid sebagai bagian dari satu arah besar yang saling terhubung.
Pendekatan itu membuat panggung Nvidia terasa lebih luas dari pasar gaming yang selama ini menjadi identitas utamanya. Meski begitu, pengguna PC tetap mendapat perhatian besar karena Nvidia masih mendorong perangkat keras dan software untuk game modern sekaligus membuka ruang lebih besar bagi komputasi berbasis AI.
RTX Spark jadi pusat perhatian
Salah satu sorotan terbesar datang dari RTX Spark, superchip yang disebut akan “reinvent the PC.” Nvidia mengklaim perangkat ini membawa memori hingga 128 GB dan daya komputasi satu petaflop dengan AI sebagai inti desainnya.
Nvidia menyebut perangkat berbasis RTX Spark akan diarahkan untuk “AI agents” dan dikembangkan bersama Microsoft dengan Windows sebagai fokus. Di saat yang sama, chip ini tetap diposisikan ramah untuk gamer karena diklaim mampu menjalankan game AAA modern pada 1440p, ray tracing, dan DLSS di atas 100 fps.
Dorongan baru untuk kualitas visual
Di sisi grafis, Nvidia memberi ruang besar untuk DLSS 4.5. Fitur utama yang disorot adalah Ray Reconstruction, yang hadir sebagai tahap berikutnya setelah DLSS 4 memperkenalkan Multi Frame Generation berbasis AI.
Teknologi baru ini memanfaatkan neural rendering pada GeForce RTX modern untuk memperbaiki ray tracing. Nvidia menyebut hasilnya mencakup efek partikel yang lebih bersih, ghosting yang lebih sedikit, serta pencahayaan yang lebih akurat berkat kesadaran spasial yang lebih baik.
Nvidia juga menyebut DLSS 4.5 akan hadir pada Agustus 2026 untuk semua RTX GPU. Saat peluncuran, hanya beberapa judul yang mendukungnya, tetapi sejumlah game mendatang sudah disiapkan untuk membawa fitur tersebut.
Ekosistem game ikut ikut diperluas
Perluasan dukungan tidak berhenti di level teknologi. Nvidia menyatakan tim di balik game seperti Marvel Rivals ikut bekerja sama untuk memperbarui mesin agar bisa memakai DLSS 4.5.
Langkah ini menunjukkan bahwa Nvidia tidak hanya mengejar peningkatan visual, tetapi juga mendorong adopsi yang lebih luas di ekosistem game PC. Dengan begitu, perangkat keras dan software Nvidia bergerak dalam arah yang sama, bukan berdiri sendiri.
Langkah ke kendaraan otonom dan robot
Di luar dunia gaming, Nvidia juga memamerkan Alpamayo 2 Super untuk kendaraan otonom. Model open 32-billion-parameter reasoning VLA ini disiapkan sebagai kerangka kerja untuk infrastruktur robotaxi masa depan.
Nvidia menyebut Alpamayo 2 Super mampu memberi “humanlike perception, reasoning, and action.” Model ini akan terhubung dengan AlpaGym dan AlpaSim untuk melatih AI kendaraan otonom, dengan tujuan mengurangi kesalahan berantai dalam proses pelatihan.
Jensen Huang juga mengatakan bahwa produsen seperti Nissan, Hyundai, dan Mercedes-Benz akan memasang model Nvidia Drive Hyperion yang dibuat dengan Alpamayo 2 Super. Ia menambahkan bahwa sekitar 80 persen produsen mobil dunia telah mendaftar untuk membangun mobil Nvidia Drive Hyperion.
Di ranah robotika, Nvidia memperkenalkan Isaac GR00T Reference Humanoid Robot sebagai desain referensi humanoid. Sistem ini memakai chassis Unitree H2 Plus, tangan lima jari Sharpa Wave, dan modul Jetson Thor dengan software Isaac GR00T.
Physical AI jadi arah berikutnya
Proyek humanoid itu ditujukan untuk membantu penelitian robotika yang lebih terbuka dan mendorong physical AI di berbagai industri. Nvidia tampak ingin masuk lebih dalam ke sistem yang harus memahami lingkungan fisik secara langsung, bukan hanya memproses data di layar.
Selain itu, Cosmos 3 dikenalkan sebagai “world’s first fully open omnimodel” yang dapat menerjemahkan teks, gambar, video, dan suara menjadi aksi di dunia fisik. Model ini dirancang untuk menjawab tantangan pelatihan physical AI saat data terbatas dan stack simulasi masih terpecah-pecah.
Cosmos 3 juga dibuat untuk membantu platform memahami interaksi objek, gerak, relasi ruang-waktu, hingga prediksi lintasan dengan bantuan physics. Sejumlah perusahaan disebut sudah bergabung untuk melatih robot, kendaraan otonom, dan sistem AI fisik lain memakai model tersebut.







