Jerman Tertekan, Jepang dan Belanda Datang dengan Modal yang Lebih Meyakinkan

Jerman memulai Piala Dunia Putra FIFA 2026 dengan beban yang tidak ringan. Tim asuhan Julian Nagelsmann itu baru saja bangkit dalam beberapa tahun terakhir, tetapi hasil dua edisi sebelumnya masih membayangi karena mereka tersingkir di fase grup pada 2018 dan 2022.

Situasi itu membuat laga melawan Curaçao di Houston Stadium, Minggu, 14 Juni 2026 pukul 1 siang waktu ET, menjadi ujian awal yang penting. Kemenangan akan sangat berharga bagi Die Mannschaft yang kini berada di peringkat 10 dunia dan ingin menjaga langkah tetap stabil menuju fase gugur.

Jerman membawa ambisi bangkit, Curaçao datang dengan cerita sejarah

Jerman memasuki turnamen setelah menunjukkan tanda pemulihan di era Nagelsmann. Mereka menjuarai grup di Euro 2024, lalu menembus final empat besar turnamen itu sebelum kalah 2-1 dari Spanyol lewat perpanjangan waktu, dan kemudian menjuarai Grup A kualifikasi Piala Dunia UEFA di atas Slovakia, Irlandia Utara, dan Luksemburg.

Di sisi lain, Curaçao datang sebagai debutan yang mencetak sejarah besar. Mereka lolos lewat jalur kualifikasi CONCACAF setelah menjadi juara Grup B tanpa kekalahan dalam enam laga, unggul atas Jamaika, Trinidad & Tobago, dan Bermuda.

Catatan itu membuat Curaçao naik ke peringkat 82 FIFA dan menjadi negara terkecil yang pernah tampil di Piala Dunia. Populasinya hanya sekitar 158.000 jiwa dengan luas wilayah 171 mil persegi.

Skuad Curaçao sangat lekat dengan Belanda

Komposisi tim Curaçao juga memperlihatkan kuatnya pengaruh Belanda. Sebanyak 25 dari 26 pemain mereka lahir di Belanda, termasuk kapten Leandro Bacuna dan adiknya, Juninho Bacuna, yang total mencetak 30 gol internasional.

Satu-satunya pemain yang lahir di Curaçao adalah Tahith Chong, penyerang Sheffield United yang memulai karier profesional di Manchester United pada 2019. Ia memilih membela Curaçao pada Agustus 2025 untuk membantu tim di fase akhir kualifikasi.

Di tepi lapangan, Curaçao dipimpin Dick Advocaat yang berusia 78 tahun. Ia akan menjadi pelatih tertua dalam sejarah Piala Dunia pada laga ini dan menjalani Piala Dunia ketiganya setelah membawa Belanda ke perempat final pada 1994 serta menukangi Korea Selatan saat tersingkir di fase grup pada 2006.

Florian Wirtz menjadi pusat harapan Jerman

Nama yang paling disorot dari Jerman adalah Florian Wirtz. Gelandang serang berusia 23 tahun itu mengemas tiga gol dan empat assist dalam lima penampilan terakhirnya untuk tim nasional Jerman.

Di level klub, Wirtz mencatat lima gol dan empat assist dalam 33 penampilan Premier League untuk Liverpool musim ini. Sebelumnya bersama Bayer Leverkusen, ia meraih gelar Bundesliga Player of the Season 2023-24 dan German Footballer of the Year 2025.

Laga ini juga akan menjadi debut Wirtz di Piala Dunia. Perannya dipandang penting dalam upaya Jerman kembali menegaskan status sebagai penantang gelar.

Belanda dan Jepang sama-sama datang dengan rekor yang meyakinkan

Laga berikutnya pada hari yang sama mempertemukan Belanda dan Jepang di Dallas Stadium, Minggu, 14 Juni 2026 pukul 4 sore waktu ET. Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang sama-sama punya modal kuat dari kualifikasi dan sama-sama ingin mengirim sinyal besar di fase grup.

Belanda masuk turnamen sebagai favorit Grup F. Tim asuhan Ronald Koeman itu tampil impresif di Euro 2024 dengan mencapai semifinal dan menutup kualifikasi Piala Dunia UEFA Grup G tanpa kekalahan.

Selama kualifikasi, Belanda mencetak 27 gol dan hanya kebobolan empat kali ketika menjuarai grup di atas Polandia, Finlandia, Malta, dan Lithuania. Mereka kini menempati peringkat 8 dunia, unggul 10 tingkat atas Jepang.

Belanda bertumpu pada nama-nama berpengalaman

Belanda memang belum pernah menjadi juara dunia, tetapi mereka tiga kali menjadi runner-up pada 1974, 1978, dan 2010. Pada edisi ini, kekuatan mereka tetap berada pada keseimbangan pemain muda dan senior.

Memphis Depay, Virgil van Dijk, dan Frenkie de Jong tetap memegang peran penting. Depay menjadi pencetak gol terbanyak Belanda di kualifikasi, Van Dijk memimpin sebagai kapten, dan De Jong mengatur lini tengah seperti yang ia lakukan di Barcelona.

Jepang membawa rekor kualifikasi yang sangat kuat

Jepang hadir dengan rekor kualifikasi yang mencolok. Samurai Blue menutup jalur AFC dengan catatan 13-2-1, mencetak 54 gol, dan hanya kebobolan tiga kali.

Ini menjadi Piala Dunia keenam beruntun bagi Jepang sejak debut mereka pada 1998. Meski sudah empat kali lolos ke fase gugur, mereka belum pernah menang di babak knockout.

Dua edisi terakhir memperlihatkan betapa tipis jarak Jepang dengan hasil besar. Pada 2018 mereka kalah dari Belgia lewat gol menit akhir, sedangkan pada 2022 mereka tersingkir dari Kroasia melalui adu penalti di babak 16 besar.

Absennya beberapa pemain penting menguji kedalaman Jepang

Hajime Moriyasu akan memimpin Jepang di Piala Dunia kedua secara beruntun, namun ia harus menyiasati beberapa absensi penting. Wataru Endo, Kaoru Mitoma, dan Takumi Minamino dipastikan absen.

Serangan Jepang diperkirakan bertumpu pada Ayase Ueda dan Daizen Maeda. Ueda memimpin daftar pencetak gol Eredivisie dengan 25 gol untuk Feyenoord musim ini, sedangkan Maeda membukukan 16 gol dan 10 assist untuk Celtic, juara Scottish Premiership.

Di bawah mistar, Zion Suzuki menjadi sosok yang berpotensi menentukan. Kiper utama Jepang itu lahir di Newark, New Jersey, dari ibu asal Jepang dan ayah asal Ghana, lalu pindah ke Jepang saat masih kecil.

Suzuki menjadi starter dalam 10 laga kualifikasi Piala Dunia Jepang dan mencatat delapan clean sheet. Bersama Parma di Serie A, ia tampil solid dengan lima clean sheet dan 166 penyelamatan dalam 20 penampilan pada musim 2025/26.

Ivory Coast, Ekuador, Tunisia, dan Swedia melengkapi hari yang padat

Selain dua laga utama tersebut, hari itu juga menghadirkan pertandingan Ivory Coast melawan Ekuador di Philadelphia Stadium pada Minggu, 14 Juni 2026 pukul 7 malam waktu ET. Kedua tim datang dengan modal kuat setelah tampil meyakinkan di kualifikasi dan diperkirakan menyajikan duel ketat.

Ivory Coast belum pernah lolos dari fase grup dalam tiga penampilan Piala Dunia sebelumnya, tetapi kali ini datang dengan skuad termuda di turnamen dengan rata-rata usia 25,8 tahun. Mereka menjuarai grup kualifikasi CAF dengan rekor 8-2-0, tidak kebobolan satu gol pun, dan mencetak 25 gol.

Ekuador juga datang dengan reputasi pertahanan yang sulit ditembus. Tim asuhan Sebastián Beccacece finis kedua di belakang Argentina dalam kualifikasi CONMEBOL, dengan hanya kebobolan lima gol dan mencatat 13 clean sheet dalam 18 laga.

Kunci lini belakang Ekuador ada pada Willian Pacho dari Paris Saint-Germain dan Piero Hincapié dari Arsenal. Dengan pertahanan sekuat itu, laga diperkirakan berlangsung rapat dan minim gol.

Tunisia dan Swedia menutup hari dengan karakter yang sulit ditebak

Laga terakhir mempertemukan Tunisia dan Swedia di Monterrey Stadium pada Minggu, 14 Juni 2026 pukul 7 malam waktu ET. Pertandingan ini juga menghadirkan kontras menarik antara Tunisia yang sangat solid dan Swedia yang datang lewat jalur yang berliku.

Swedia gagal lolos ke Piala Dunia 2022, gagal ke Euro 2024, lalu menutup kualifikasi Piala Dunia UEFA Grup B di posisi terakhir tanpa satu pun kemenangan. Namun, mereka bangkit di playoff berkat Graham Potter dan mengamankan tiket setelah menyingkirkan Ukraina serta membalas kekalahan lama dari Polandia.

Performa mereka menjelang turnamen belum sepenuhnya meyakinkan karena kalah 3-1 dari Norwegia dan bermain imbang 2-2 melawan Yunani dalam dua uji coba terakhir.

Tunisia justru datang dengan rekor kualifikasi yang sangat dominan. Tim peringkat 45 FIFA itu menutup jalur dengan catatan 9-1-0, mencetak 22 gol, dan tidak kebobolan satu gol pun.

Ini menjadi Piala Dunia ketiga beruntun bagi Carthage Eagles dan yang ketujuh secara keseluruhan. Tunisia belum pernah menembus fase gugur, meski momen terbaik mereka terjadi pada 2022 saat menaklukkan Argentina yang akhirnya keluar sebagai juara grup.

Skuad Tunisia juga mencerminkan pola yang mirip dengan tim Afrika Utara sukses lainnya seperti Maroko. Dari 26 pemain, hanya 11 yang lahir di Tunisia, sementara Hannibal Mejbri yang lahir di Prancis menjadi pemain paling menonjol di lini tengah Burnley musim ini.

Pelatih Tunisia, Sabri Lamouchi, juga lahir di Lyon dari orang tua Tunisia. Di lini depan, perhatian tertuju pada Viktor Gyökeres yang tampil luar biasa di playoff dengan hat-trick ke gawang Ukraina dan gol menit ke-88 melawan Polandia, lalu kembali mencetak gol ke gawang Yunani.

Dengan rangkaian laga itu, hari Minggu di Piala Dunia Putra FIFA 2026 dipenuhi duel yang menghadirkan pertaruhan besar bagi tim elite, debutan, dan kuda hitam yang sama-sama ingin membangun momentum sejak awal turnamen.

Source: www.foxsports.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer