Jetour T2 Jadi Penopang Utama, Populasi Merek Ini di Indonesia Tembus 1.300 Unit

Author: Redaksi Android62

Jetour mencatat pertumbuhan populasi kendaraan di Indonesia yang diklaim sudah mendekati 1.300 unit hanya sekitar setahun sejak merek ini hadir di Tanah Air. Angka tersebut disebut sudah berada di atas 1.000 unit dan masih terus bertambah seiring peningkatan penjualan di pasar lokal.

Motor penggerak utama dari capaian itu berada pada Jetour T2. Model SUV ini disebut menjadi penyumbang terbesar bagi performa Jetour di Indonesia, sekaligus menarik perhatian pasar di tengah persaingan segmen SUV yang ketat.

T2 jadi tumpuan penjualan

Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menjelaskan bahwa Jetour T2 memberi kontribusi paling besar terhadap penjualan merek tersebut. Ia juga menyebut model itu sebagai Chinese SUV nomor satu di Indonesia untuk kategori ICE berbahan bakar bensin dan diesel berdasarkan data Gaikindo pada kuartal I/2026.

Pencapaian itu menunjukkan bahwa Jetour mulai memperoleh tempat di segmen yang sangat kompetitif. Sambutan terhadap T2 disebut positif karena karakter SUV-nya dinilai serbaguna dan sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Dalam tiga bulan pertama 2026, Jetour T2 tercatat membukukan 547 unit. Jumlah itu membuat model tersebut menjadi penopang utama penjualan Jetour pada periode tersebut.

Langkah awal lewat dua model

Sebelum T2 menjadi sorotan, Jetour lebih dulu memperkenalkan diri ke publik Indonesia melalui GIIAS pada pertengahan 2024. Pada ajang itu, merek asal China tersebut membawa Dashing dan X70 Plus sebagai dua model awal yang diperlihatkan ke konsumen.

Keduanya kemudian mulai resmi dipasarkan pada November 2024. Kehadiran dua SUV itu menjadi pintu masuk Jetour untuk membangun pengenalan merek sekaligus memperkenalkan portofolio produknya kepada pasar lokal.

Dari fase awal tersebut, Jetour mulai menyiapkan strategi yang lebih luas untuk menjangkau pembeli SUV di Indonesia. Perhatian pasar kemudian mengarah ke T2 karena model ini lebih cepat mencuri minat konsumen dibanding lini lainnya.

Perakitan lokal memperkuat posisi

Di luar produk yang ditawarkan, Jetour juga mulai merakit kendaraan secara lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor. Langkah ini memperlihatkan upaya perusahaan untuk memperkuat basis bisnisnya di Indonesia.

Perakitan lokal juga menjadi sinyal bahwa Jetour tidak sekadar hadir sebagai pemain baru. Kehadiran fasilitas ini menunjukkan arah jangka panjang untuk memperkuat posisi di pasar serta mendukung efisiensi operasional di dalam negeri.

Sejalan dengan itu, ekspansi jaringan dan pengenalan produk tetap berjalan agar momentum pertumbuhan tetap terjaga. Jetour memanfaatkan kombinasi produk, perakitan lokal, dan penguatan distribusi untuk memperluas jangkauan di segmen SUV.

Arah berikutnya ke model elektrifikasi

Setelah mengandalkan model bermesin bensin sebagai penopang utama, Jetour menyiapkan langkah lanjutan untuk pasar Indonesia. Merek ini berencana menghadirkan model plug-in hybrid atau PHEV yang ditargetkan meluncur pada Semester II/2026.

Rencana tersebut menandakan Jetour mulai bergerak ke tahap pengembangan produk yang lebih luas. Meski begitu, model bermesin bensin masih menjadi tulang punggung performa Jetour di Indonesia pada saat ini.

Dengan populasi yang sudah mendekati 1.300 unit, Jetour kini berada dalam fase penting untuk menjaga laju pertumbuhan. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan performa T2 sambil menyiapkan model baru dan memperkuat posisinya di pasar SUV Indonesia.

Source: otomotif.kompas.com
Berita Terbaru