Jimbaran Siap Sambut OWSC 2026, Atlet Asia Sudah Tiba dan Venue Hampir Final

Author: Redaksi Android62

Penyelenggaraan Open Water Swimming Championship (OWSC) 2026 di Pantai Jimbaran, Bali, disebut sudah hampir rampung. Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E Raharjo, menyatakan kesiapan acara telah mencapai 99 persen setelah rapat koordinasi bersama KONI Provinsi Bali di Denpasar.

Fokus utama panitia kini berada pada keamanan lomba, terutama karena ajang ini digelar di perairan terbuka yang sangat dipengaruhi arus, angin, cuaca, dan suhu air. PB Akuatik Indonesia menyebut telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan standar keselamatan dapat diterapkan selama kompetisi berlangsung.

Atlet dari 18 negara mulai menyesuaikan diri

Sejumlah atlet renang perairan terbuka dari berbagai negara sudah lebih dulu datang ke Bali untuk berlatih dan beradaptasi dengan kondisi laut Jimbaran. Pada Kamis, 11 Juni 2026, delegasi Chinese Taipei dan Kazakhstan terlihat berlatih di Kolam Renang Klub Jimbaran.

Pada sore harinya, atlet dari Korea Selatan, Sri Lanka, Uzbekistan, dan Indonesia juga memanfaatkan fasilitas yang sama. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa persaingan OWSC 2026 bergerak cepat menuju hari lomba dengan peserta dari 18 negara.

Nomor 10 kilometer diperkirakan paling ketat

Nomor 10 kilometer diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling sengit di ajang ini. Dalam renang perairan terbuka, kemampuan membaca kondisi laut sering menentukan hasil akhir, sehingga banyak atlet memilih datang lebih awal agar mengenali karakter perairan sejak awal.

Adaptasi menjadi penting karena setiap perubahan arus dan cuaca bisa memengaruhi strategi perlombaan. Karena itu, latihan awal di sekitar Jimbaran menjadi bagian dari persiapan yang tidak bisa diabaikan oleh para peserta.

Koordinasi venue, medis, dan keamanan terus dimatangkan

Pertemuan PB Akuatik Indonesia dan KONI Bali membahas kesiapan venue, dukungan teknis, mitigasi keamanan lintasan, kesiapan tim medis, serta pelibatan masyarakat lokal selama rangkaian kejuaraan. PB Akuatik Indonesia juga mengundang Ketua KONI Bali yang sekaligus Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, untuk membuka kejuaraan.

Harlin mengatakan respons para atlet yang mulai berdatangan cukup positif karena banyak yang terkesan dengan keindahan Pantai Jimbaran. Menurutnya, sebagian peserta bahkan sudah mulai berlatih di area venue untuk menyesuaikan diri dengan kondisi setempat.

Ajang olahraga dan promosi wisata Bali

OWSC 2026 tidak hanya diposisikan sebagai arena perebutan prestasi atlet Asia, tetapi juga bagian dari promosi pariwisata Bali melalui konsep sport tourism. Penyelenggaraan di Jimbaran diharapkan memperkuat citra Bali sebagai tuan rumah penting bagi event olahraga air di Asia.

Selain nomor elite, panitia juga menyiapkan kategori komunitas melalui A-Stream OWS Series. Kategori ini diperkirakan diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai daerah, sehingga suasana kejuaraan akan terasa lebih luas dan melibatkan publik secara lebih aktif.

Dengan kedatangan atlet asing, kesiapan venue yang hampir tuntas, dan dukungan penyelenggara daerah, Pantai Jimbaran menjadi pusat perhatian menjelang lomba pada 13 Juni 2026. Seluruh rangkaian itu menempatkan OWSC 2026 sebagai ajang yang menggabungkan kompetisi, keselamatan, dan daya tarik wisata dalam satu panggung yang sama.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru