JNE hadir sebagai Official Logistics Partner dalam gelaran kreatif Let Them Eat Art di Sudirman 7.8, Jakarta Pusat. Kehadiran ini menegaskan bahwa logistik dapat menjadi bagian penting dari ekosistem kreatif, bukan sekadar urusan distribusi barang.
Dalam konteks pameran ini, dukungan pengiriman membantu memperluas jangkauan karya lokal agar lebih mudah bertemu dengan publik. Peran tersebut menjadi semakin relevan ketika seni visual, kuliner, hospitality, dan pariwisata dipertemukan dalam satu ruang yang sama.
Ruang temu seni, rasa, dan pengalaman
Let Them Eat Art dirancang sebagai arena pertemuan seni visual dan eksplorasi kuliner. Inisiatif ini digerakkan oleh LQID Creative Space dan Weirdough Bakehouse, yang menggabungkan pengalaman artistik dengan pendekatan gastronomi.
Marcia, perwakilan aktivasi Let Them Eat Art, menilai forum ini sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan seniman lokal dengan industri besar. Ia menyebut tujuan utamanya adalah membuka peluang baru bagi IP kreatif Indonesia.
“Let Them Eat Art bukan sekadar pameran, melainkan ruang kolaborasi yang menghubungkan seniman lokal dengan industri besar guna membuka peluang baru bagi IP kreatif Indonesia,” ujar Marcia.
Dukungan logistik yang membuat karya lebih dekat ke publik
Keterlibatan JNE menunjukkan bahwa layanan logistik memiliki peran yang lebih luas dalam industri kreatif. Saat distribusi berjalan lebih tertata, produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk dikenal dan dinikmati masyarakat.
Di pameran ini, logistik diposisikan sebagai jembatan yang membantu karya artisan menjangkau audiens yang lebih luas. Posisi itu penting karena ekosistem kreatif membutuhkan dukungan yang menyentuh produksi sekaligus akses menuju pasar.
JNE juga menghadirkan layanan yang memudahkan pengunjung membawa pulang produk yang tampil di acara tersebut. Melalui Roket Indonesia, tersedia gratis ongkos kirim serta voucher khusus senilai Rp1 untuk layanan kiriman instan dan same day melalui aplikasi resmi.
Selain itu, ada layanan PESONA atau Pesanan Oleh-oleh Nusantara. Lewat fasilitas ini, pengunjung bisa memesan produk pilihan dari Weirdough dan Sajiin dengan penawaran harga spesial.
Agenda yang dirancang interaktif
Pameran ini tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih hidup bagi pengunjung. Rangkaian acara disusun agar seni visual dapat berjalan bersama pertunjukan musik dan eksplorasi rasa.
Sejumlah agenda disiapkan dalam program tersebut, mulai dari Halal Bihal-Art pada 16 April 2026, sesi Kartini & Keju pada 22 April 2026, hingga penampilan spesial Sandhy Sondoro Unplugged pada 20 April 2026. Susunan agenda itu memperkuat posisi pameran sebagai ruang pengalaman yang interaktif.
Pengunjung juga dapat menemukan pop-up bakery dari Weirdough Bakehouse dengan konsep Seni Melalui Gastronomi. Dalam program ini, tersedia pastry gratis yang membuat interaksi dengan karya kreatif terasa lebih dekat, tidak hanya lewat pandangan, tetapi juga lewat rasa.
Kolaborasi yang memberi nilai tambah bagi ekosistem kreatif
SVP Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan sejalan dengan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman emosional melalui perpaduan seni dan budaya.
“JNE antusias terlibat dalam kolaborasi tersebut karena sejalan dengan komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” kata Eri Palgunadi.
Melalui Let Them Eat Art, dukungan logistik diposisikan sebagai bagian dari penguatan rantai nilai ekonomi kreatif. Dengan infrastruktur pengiriman yang lebih kuat, karya lokal diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas while ruang kolaborasi antara seni, kuliner, dan industri pendukung tetap terjaga erat.







