Kabin Chrysler Pernah Disebut Seperti Mainan Murah, Audi Jadi Titik Balik Desain Stellantis

Kualitas kabin Chrysler pada masa sebelum kebangkrutan 2009 pernah menjadi sorotan keras dari dalam perusahaan sendiri. Ralph Gilles, kepala desain Stellantis, mengakui interior Chrysler kala itu terasa sangat murah, bahkan ia menyamakannya dengan “water-pistol grade”.

Pengakuan itu menegaskan betapa jauhnya Chrysler tertinggal dari para rival pada masa tersebut. Bagi Gilles, masalahnya bukan sekadar tampilan, melainkan kesan material yang saat disentuh dan dilihat jauh di bawah standar pesaing.

Audi menjadi pemicu perubahan arah

Perbandingan yang paling membekas datang ketika Gilles melihat Audi A4. Ia mengaku terguncang karena kualitas kabin Audi membuat interior Chrysler terlihat seperti plastik biasa.

Dari situ muncul pertanyaan yang terus ia ingat, yakni mengapa mobil Chrysler tampak seperti plastik sementara Audi terlihat jauh lebih baik. Momen itu kemudian berubah menjadi dorongan untuk membenahi arah desain interior di perusahaan.

Dari titik terendah ke pembenahan serius

Gilles sudah bergabung dengan Chrysler lebih dari tiga dekade lalu dan dikenal sebagai penggemar berat mobil. Namun kedekatan itu tidak membuatnya lunak ketika menilai kabin Chrysler era 2000-an yang menurutnya terlalu murah.

Perubahan mulai terasa pada produk Chrysler dan merek turunannya. Salah satu contoh yang disebut adalah Ram 1500 2009, yang menandai pergeseran kualitas interior ke arah yang lebih serius.

Ia juga ikut membentuk studio interior khusus untuk mendorong peningkatan tersebut. Para karyawan muda didorong agar kualitas kabin menjadi kekuatan utama, bukan lagi kelemahan yang terus diulang.

Fokus Stellantis kini bergeser ke pengalaman digital

Perbaikan interior di Stellantis tidak lagi berhenti pada plastik, warna, atau sentuhan permukaan. Fokus berikutnya adalah bagaimana pengemudi berinteraksi dengan mobil melalui kontrol dan sistem digital.

Edmunds melaporkan bahwa saat Stellantis baru terbentuk dari penggabungan PSA dan FCA, perusahaan hanya memiliki empat desainer pengalaman pengguna. Kini jumlahnya sudah lebih dari 180 orang yang menangani elemen penting seperti sistem infotainment.

Terlalu mewah juga bisa jadi masalah

Gilles menilai tantangan masa kini justru berbeda dari masa lalu. Jika dulu problem utamanya adalah membuat interior lebih baik, sekarang persoalannya adalah tahu kapan harus berhenti.

Ia mengatakan Stellantis pernah terlalu jauh memperindah kabin karena ingin membuat pernyataan besar. Akibatnya, beberapa interior justru menjadi terlalu mewah dibandingkan kompetitor di kelasnya.

Jeep Wagoneer disebut sebagai salah satu contoh betapa jauh lompatan kualitas itu terjadi. Di sisi lain, sejarah panjang tersebut memperlihatkan bahwa evaluasi keras dari dalam perusahaan dapat memicu pembenahan yang nyata.

Meski begitu, kenangan soal kabin Chrysler lawas masih sering memunculkan perbandingan dari para penggemar mobil. Chrysler Sebring generasi kedua kerap disebut sebagai contoh kabin yang sangat buruk, dengan plastik keras, warna abu-abu atau beige yang monoton, serta minim sentuhan desain.

Pengalaman itu kini menjadi pengingat bahwa kualitas interior telah berubah menjadi medan persaingan penting. Bagi Stellantis, pelajaran dari masa lalu Chrysler tampaknya masih dipakai agar kabin berikutnya tidak lagi terasa seperti mainan murah.

Source: www.carscoops.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer