Jaecoo J8 SHS-P ARDIS menawarkan kombinasi yang jarang muncul di kelas SUV premium: tenaga besar 530 hp, torsi 650 Nm, namun klaim biaya harian pemakaian rata-ratanya hanya sekitar Rp20 ribu untuk jarak 50 km. Angka itu membuat SUV berbobot sekitar 2,2 ton ini tampil kontras, karena performanya tinggi tetapi efisiensinya tetap dijaga.
Klaim biaya harian tersebut disampaikan Head of Product Jaecoo Indonesia, Ryan Ferdiean Tirto. Di saat banyak SUV besar identik dengan konsumsi yang tinggi, J8 SHS-P ARDIS justru diposisikan sebagai model hybrid plug-in yang tetap ramah dipakai harian.
Tenaga besar, karakter tetap halus
Di balik performa itu, Jaecoo membekali mobil ini dengan sistem Super Hybrid System atau SHS. Sistem tersebut menggabungkan mesin bensin dengan tiga motor listrik, lalu mengalirkan tenaga besar tanpa membuat karakter berkendaranya terasa kasar.
Saat diuji di area pegunungan sekitar Bogor, akselerasinya disebut terasa effortless dan responsif. Meski output tenaganya sangat besar untuk ukuran SUV keluarga, karakternya tetap digambarkan halus seperti mobil elektrifikasi premium.
Jarak tempuh listrik yang panjang
Efisiensi J8 SHS-P ARDIS tidak hanya bergantung pada klaim biaya harian yang rendah. Mobil ini juga mampu melaju hingga 180 km dalam mode listrik murni, sehingga pemakaian harian bisa lebih banyak mengandalkan energi baterai.
Jika baterai dan tangki BBM sama-sama terisi penuh, jarak tempuh totalnya diklaim bisa mencapai 1.660 km. Kombinasi itu memberi gambaran bahwa mobil ini dirancang untuk perjalanan jauh sekaligus penggunaan rutin di kota.
Baterai besar untuk kelas plug-in hybrid
Salah satu penopang utama efisiensi tersebut adalah kapasitas baterai 36,46 kWh. Ukuran ini tergolong besar untuk kategori plug-in hybrid dan bahkan disebut lebih besar daripada beberapa city EV seperti Changan Lumin dan Wuling Air ev.
Dengan basis listrik sebesar itu, klaim biaya operasional harian yang rendah menjadi lebih mudah dipahami. Hal ini juga memberi konteks mengapa mobil berbadan besar dengan performa tinggi tetap bisa diklaim hemat untuk penggunaan sehari-hari.
Kabin premium untuk kebutuhan keluarga
Di bagian kabin, J8 SHS-P ARDIS membawa nuansa mewah lewat jok kulit Nappa, material soft touch, dan panoramic sunroof. Tampilan modern juga diperkuat oleh layar lengkung 12,3 inci yang menjadi pusat perhatian di interior.
Posisi duduk pengemudi disebut nyaman untuk tinggi badan sekitar 175 cm. Baris kedua terasa lega, sementara baris ketiga masih dapat dipakai meski legroom terbatas dan posisi duduknya cenderung tegak.
Lebih pas sebagai SUV lima penumpang
Karakter ruang kabin itu membuat J8 SHS-P ARDIS lebih cocok dipahami sebagai SUV untuk lima penumpang dengan bagasi besar. Komposisi tersebut sesuai untuk keluarga yang mengutamakan kenyamanan kabin dan ruang simpan.
Meski memiliki tiga baris kursi, fokus utamanya tetap pada kenyamanan harian dan fleksibilitas ruang. Karena itu, mobil ini lebih menonjol sebagai SUV premium keluarga ketimbang kendaraan yang sepenuhnya mengejar kapasitas penumpang maksimal.
Suspensi empuk dan AWD pintar
Di luar tenaga dan kabin, Jaecoo juga menanamkan suspensi magnetik pada model ini. Hasilnya, bantingan terasa empuk dan dewasa, termasuk saat melintasi jalan gravel, tanpa menghilangkan rasa presisi saat dikendalikan.
Sisi lain yang membuatnya menarik adalah sistem ARDIS atau All Road Driving Intelligent System. Teknologi AWD pintar ini menyediakan tujuh mode berkendara untuk menyesuaikan kondisi jalan yang berbeda.
Rindra Pradipta yang sempat memakai mobil ini sebagai zero car pada ajang rally raid IRRA di Jawa Barat menyebut kemampuan off-road ringan J8 tergolong impresif. Saat melewati jalur berlumpur, mode Sand dinilai paling efektif untuk mengurangi spin ban.
Selama event rally raid lebih dari 400 km itu, mobil juga disebut minim kendala. Dengan tenaga 530 hp, baterai besar, kabin premium, serta sistem AWD pintar, Jaecoo J8 SHS-P ARDIS mencoba masuk ke ruang yang jarang diisi SUV keluarga lain.
Source: moladin.com






