Kadin menilai pembukaan lapangan kerja harus menjadi langkah paling mendesak di tengah perubahan dunia usaha yang dipacu ekonomi digital dan kecerdasan buatan. Organisasi ini melihat perluasan kesempatan kerja sebagai cara paling nyata untuk menjaga daya tahan pekerja sekaligus mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan dunia usaha dan pekerja perlu bergerak seiring. Ia menyebut Kadin terus mendorong pelaku usaha agar memperluas kesempatan kerja sehingga lebih banyak tenaga kerja dapat terserap.
Pekerja, daya beli, dan stabilitas sosial
Bagi Kadin, penyerapan tenaga kerja tidak berhenti pada angka lapangan kerja baru. Organisasi itu memandang hal tersebut ikut menjaga daya beli masyarakat, memperkuat stabilitas sosial, dan membantu keberlanjutan usaha.
Anindya menekankan bahwa kesejahteraan pekerja dan keberlanjutan bisnis saling bergantung. Saat perusahaan tumbuh, ruang untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja ikut terbuka, sementara pekerja yang produktif membuat perusahaan semakin kuat.
Hubungan industrial yang lebih kolaboratif
Dalam pandangan Kadin, hubungan antara pekerja dan pemberi kerja perlu dibangun secara kolaboratif. May Day diposisikan sebagai momentum untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis dan produktif, bukan sekadar relasi formal di tempat kerja.
Karena itu, Kadin mendorong peningkatan produktivitas, pengembangan keterampilan, dan adopsi teknologi. Langkah ini dianggap penting agar pekerja tetap relevan dengan kebutuhan industri yang berubah cepat.
Tekanan perubahan itu makin terasa di tengah pertumbuhan ekonomi digital dan artificial intelligence atau AI. Kadin menilai pekerja harus terus beradaptasi supaya tidak tertinggal dari kebutuhan sektor usaha yang bergerak lebih cepat.
Pekerja sebagai mitra strategis
Anindya juga menegaskan bahwa pekerja tidak lagi bisa dipandang hanya sebagai faktor produksi. Dalam pandangan Kadin, pekerja adalah sumber daya manusia yang menentukan kemampuan perusahaan menciptakan nilai dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, peningkatan kualitas SDM ditempatkan sebagai kebutuhan utama. Kadin menilai perusahaan tidak mungkin maju tanpa kontribusi SDM yang unggul, produktif, dan adaptif terhadap perubahan.
Dukungan untuk langkah pemerintah
Kadin turut menyatakan dukungan atas langkah-langkah pemerintah yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato May Day. Sejumlah kebijakan seperti peningkatan upah minimum, perlindungan sosial, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan pelatihan vokasi dinilai saling melengkapi untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Organisasi dunia usaha itu juga memandang bantuan subsidi upah, insentif pajak, pembangunan rumah bagi pekerja, dan perluasan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai langkah konkret yang layak didukung bersama. Kadin menilai kebijakan tersebut bisa memperkuat perlindungan pekerja sekaligus menjaga iklim usaha tetap sehat.
Peringatan May Day kali ini dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan diikuti sekitar 200.000 pekerja. Dalam suasana itu, Kadin menempatkan isu ketenagakerjaan sebagai agenda yang tidak bisa ditunda.
Di tengah tantangan global, Kadin berharap May Day tetap berlangsung damai dan konstruktif. Organisasi itu menilai iklim usaha yang kondusif penting agar investasi terus tumbuh dan lapangan kerja semakin terbuka bagi lebih banyak tenaga kerja.
Source: mediaindonesia.com