Kafe Roti Prancis Ini Khusus Lansia, Kim Seon-ho Dan Cha Seung-won Turun Langsung Melayani

Author: Redaksi Android62

Bonjour Bakery menghadirkan pendekatan yang jarang dipakai dalam program varietas. Alih-alih mengutamakan adu cepat atau kompetisi dapur yang riuh, acara ini menempatkan lansia sebagai pusat perhatian lewat sebuah kafe dessert bergaya Prancis.

Format seperti ini membuat suasana Bonjour Bakery terasa lebih tenang dan personal. Penonton diajak mengikuti pelayanan, percakapan hangat, dan hubungan antargenerasi yang muncul dari interaksi di dalam kafe.

Kafe yang memang ditujukan untuk lansia

Konsep utama acara ini adalah Senior Dessert Café yang dikhususkan bagi tamu berusia di atas 65 tahun beserta pendamping mereka. Karena sasaran pengunjungnya sudah ditentukan sejak awal, pengalaman di kafe menjadi inti cerita, bukan sekadar latar belakang.

Pendekatan tersebut juga membentuk nuansa acara yang lembut dan dekat dengan kehidupan sehari-hari di desa Korea Selatan. Ruang yang ditampilkan tidak dibuat ramai seperti kompetisi memasak pada umumnya, melainkan nyaman dan ramah bagi para tamu lanjut usia.

Rakuten Viki menyoroti bahwa daya tarik acara ini banyak bertumpu pada kisah para lansia yang muncul secara spontan di tiap episode. Platform itu menyebut, “Cerita-cerita haru dari para lansia inilah yang menghidupkan setiap episodenya.”

Kim Seon-ho dan Cha Seung-won bekerja seperti staf kafe

Sebelum syuting dimulai, para pemeran menjalani pelatihan intensif agar mampu bekerja seperti staf kafe sungguhan. Pelatihan itu mencakup peran sebagai baker dan barista supaya aktivitas di layar terlihat meyakinkan.

Cha Seung-won dipercaya menjadi Kepala Pembuat Pastry. Ia mengolah hidangan penutup bergaya Prancis dengan bahan lokal yang tersedia di sekitar lokasi.

Kim Seon-ho tampil sebagai barista yang bertugas menyajikan kopi sekaligus melayani tamu lansia dengan pendekatan hangat. Sementara itu, Kim Hee-ae berperan sebagai Manajer Umum yang menjaga kenyamanan tamu dan kelancaran operasional.

Di bagian dapur, Lee Ki-taek membantu sebagai Asisten Dapur. Kehadiran susunan peran ini membuat Bonjour Bakery terasa seperti sebuah kafe nyata yang harus dijalankan dengan tertib dan penuh perhatian.

Menu Prancis bertemu bahan lokal desa

Salah satu kekuatan Bonjour Bakery terletak pada menu yang memadukan teknik pastry Prancis dengan bahan-bahan lokal khas perdesaan Korea. Perpaduan itu memberi identitas yang jelas pada hidangan yang disajikan di layar.

Sentuhan lokal membuat sajian terasa lebih dekat dengan lingkungan tempat acara berlangsung. Di sisi lain, teknik Prancis menjaga tampilan bakery tetap elegan dan menarik secara visual.

Perpaduan tersebut juga mendukung arah acara yang lebih mengutamakan suasana dibanding ketegangan. Makanan tidak hanya hadir sebagai hasil olahan dapur, tetapi juga sebagai bagian dari interaksi sosial di dalam kafe.

Bintang tamu dan suasana healing

Setiap episode turut menghadirkan bintang tamu misterius yang bergantian membantu di dapur. Pola ini menambah dinamika tanpa mengubah karakter utama acara yang tetap tenang dan hangat.

Latar desa yang asri ikut menguatkan nuansa healing yang diusung Bonjour Bakery. Program ini menampilkan hiburan ringan sekaligus sisi lembut para bintang yang terlibat dalam pelayanan kepada para lansia.

Bonjour Bakery kini bisa ditonton secara eksklusif melalui Rakuten Viki untuk wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Kehadirannya menambah pilihan tontonan yang menggabungkan kuliner, kisah manusiawi, dan atmosfer desa yang menenangkan.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru