Munzzir membuka langkah awalnya di skena musik keras Jakarta lewat Kakistos, sebuah debut yang langsung menegaskan arah mereka. Lagu ini hadir sebagai ledakan energi rock, metal, dan heavy metal yang padat, agresif, dan sarat tekanan.
Band kuartet ini tidak menempatkan Kakistos sebagai lagu pembuka biasa. Mereka menjadikannya pernyataan sikap musikal yang membawa keresahan personal maupun kolektif tanpa mengunci pendengar pada satu tafsir.
Munzzir menyebut karya ini lahir dari respons atas rasa marah dan kegelisahan yang mereka alami. Namun, ruang penafsiran sengaja dibiarkan terbuka agar tiap pendengar bisa membaca lagu ini dari sudut pandangnya sendiri.
Lagu ini juga tidak diarahkan sebagai representasi pihak tertentu. Munzzir memilih menempatkannya sebagai respons personal sekaligus kolektif terhadap agresi yang mereka rasakan.
Dari sisi musik, Kakistos berdurasi sekitar lima menit. Karakter utamanya dibangun lewat riff gitar yang cepat dan berat, lalu diperkuat oleh nuansa lead gitar bernuansa Timur Tengah.
Susunan lagu itu tidak berhenti pada tenaga dan kekerasan semata. Munzzir juga memasukkan perubahan tanda birama yang dinamis sehingga komposisinya terasa lincah dan berlapis.
Hasilnya, debut ini menyajikan energi mentah yang tetap punya struktur cukup kompleks. Kesan garang muncul sejak awal, tetapi di dalamnya masih ada detail aransemen yang memberi dimensi lebih luas.
Formasi Munzzir diisi Aryo pada drum dan vokal, Sulai pada bass dan vokal, Apleh pada gitar dan vokal, serta Aji pada gitar dan vokal. Komposisi empat personel ini membantu band menjaga lapisan suara tetap padat tanpa kehilangan dorongan agresifnya.
Keseimbangan antara instrumen dan vokal juga menjadi penopang penting untuk warna keras mereka. Dari susunan itu, Kakistos terdengar seperti pertemuan antara tekanan bunyi dan intensitas yang terkontrol.
Proses penggarapan lagu ini melibatkan Gigih Suryo Prayogo, drummer The Adams sekaligus pemilik Studio Teras Belakang. Ia ikut memperluas cakrawala musikal Munzzir selama produksi, terutama dalam membentuk aransemen agar gagasan awal band berkembang lebih jauh.
Perekaman dan mixing dilakukan di Studio Teras Belakang dengan bantuan Nadhif dan Nanta. Tahap mastering dikerjakan Avedis Mutter, sedangkan artwork dipercayakan kepada Damarwan Syahid.
Kakistos dirilis melalui Teras Belakang Records dan kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital. Melalui rilisan ini, Munzzir tampil sebagai pendatang baru yang membawa pendekatan keras, padat, dan penuh amarah ke skena metal Jakarta.
Source: mediaindonesia.com






