Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum menjadi penentu hidupnya peluang Indonesia saat menghadapi Taiwan di laga penentu juara Grup C Piala Uber di Forum Horsens, Denmark. Pasangan ganda putri itu mengubah situasi sulit menjadi skor imbang 2-2 setelah menang dramatis atas Hsu Yin-Hui dan Lin Jhih Yun.
Kemenangan itu lahir lewat pertarungan tiga gim dengan skor 11-21, 22-20, dan 21-6. Hasil tersebut menjaga langkah Indonesia tetap terbuka hingga partai kelima setelah sebelumnya sempat tertinggal 1-2 di rangkaian pertandingan.
Tekanan besar memang lebih dulu bergeser ke Rachel dan Febi. Itu terjadi setelah Indonesia sempat membuka laga dengan baik melalui Putri Kusuma Wardani, yang tampil meyakinkan saat menundukkan Chiu Pin-Chian dalam dua gim langsung dan membawa tim Merah Putih unggul lebih dulu.
Keunggulan awal itu belum bertahan lama. Dua partai berikutnya menjadi milik Taiwan, sehingga kedudukan berbalik menjadi 2-1 dan membuat Indonesia harus mengejar ketertinggalan.
Situasi makin sulit setelah Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti gagal menjaga momentum di partai ganda putri. Setelah itu, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi juga harus mengakui keunggulan lawan, sehingga beban permainan jatuh ke tangan Rachel dan Febi.
Pada gim pertama, pasangan Indonesia langsung berada dalam tekanan berat. Mereka sempat tertinggal 0-6 akibat banyak melakukan kesalahan sendiri dan kesulitan keluar dari pola permainan lawan.
Hsu Yin-Hui dan Lin Jhih Yun memanfaatkan keadaan itu dengan serangan yang lebih rapi. Rachel dan Febi pun tak mampu membalikkan keadaan pada gim pembuka, yang akhirnya ditutup Taiwan dengan skor 21-11.
Perubahan mulai terlihat pada gim kedua. Rachel dan Febi tampil lebih sabar, lebih teratur dalam membangun reli, dan sempat unggul 11-9 saat interval.
Pertarungan pada gim ini berlangsung ketat hingga skor 20-20. Dalam momen penting itu, Rachel dan Febi tetap tenang dan berhasil mengunci kemenangan 22-20 untuk memaksa laga berlanjut ke gim penentuan.
Kemenangan tipis tersebut menjadi titik balik yang krusial. Selain memperpanjang napas Indonesia, hasil itu juga memberi dorongan mental bagi pasangan ganda putri tersebut untuk mengambil alih permainan pada gim ketiga.
Di gim penentu, dominasi Rachel dan Febi terlihat jelas sejak awal. Mereka lebih disiplin menjaga ritme, memanfaatkan dropshot tajam, dan memainkan reli secara efektif untuk menekan pasangan Taiwan.
Taiwan tidak banyak mendapat ruang untuk berkembang pada gim terakhir. Rachel dan Febi terus menambah angka dengan permainan yang lebih stabil, hingga akhirnya menutup laga dengan skor 21-6.
Hasil itu bukan hanya menyelamatkan Indonesia dari kekalahan lebih cepat, tetapi juga membuat kedudukan kembali seimbang 2-2. Dengan skor imbang tersebut, pertandingan pun berlanjut ke partai kelima yang menentukan status juara Grup C.
Setelah Rachel dan Febi menyamakan kedudukan, harapan Indonesia kembali hidup lewat Ester Nurumi Tri Wardoyo. Ia dijadwalkan menghadapi Huang Yu-Hsun sebagai penentu hasil akhir duel Indonesia melawan Taiwan.
Momentum yang dibangun Rachel dan Febi menjadi modal penting bagi tim Merah Putih. Di tengah kondisi yang sempat tertekan, keduanya menunjukkan ketenangan dan daya juang yang menjaga peluang Indonesia tetap terbuka sampai laga penentu.







