Indonesia langsung berada dalam posisi mengejar setelah Putri Kusuma Wardani gagal membawa poin pada laga pembuka melawan Kanada di fase grup Piala Uber. Dalam pertandingan di Horsens, Putri kalah dari Michelle Li lewat tiga gim dengan skor 21-16, 11-21, dan 16-21.
Hasil tersebut membuat tim putri Indonesia harus segera mencari respons di partai berikutnya. Karena laga beregu sangat bergantung pada momentum awal, kehilangan poin pertama memberi tekanan tambahan bagi skuad Merah Putih untuk menjaga peluang tetap terbuka.
Pertarungan yang berubah arah di tengah laga
Putri sempat mengambil gim pertama, namun situasi berubah drastis setelah Michelle menaikkan tekanan pada gim berikutnya. Putri mengakui permainan lawan menjadi lebih sulit dihadapi saat ritme pertandingan bergeser dan ia terlambat menyesuaikan pola.
Menurut Putri, gim kedua menjadi titik yang paling merugikan karena kesalahan sendiri mulai bermunculan. Ketika kontrol permainan melemah, momentum yang sempat terbentuk di awal tidak lagi bisa dipertahankan hingga akhir laga.
Michelle Li lebih cepat menyesuaikan diri
Dari pengamatan Putri, Michelle tampil lebih sigap membaca keadaan lapangan dan mengubah cara bermain sesuai kebutuhan pertandingan. Perubahan itu membuat wakil Kanada mampu mengambil kendali pada fase-fase penting dan mengarahkan jalannya duel ke tempo yang lebih nyaman baginya.
Putri juga menyoroti bahwa bola terasa lebih kencang dari biasanya di arena pertandingan. Kondisi itu disebut memberi keuntungan bagi Michelle, terutama saat ia lebih banyak mengambil poin dari permainan depan dan serangan yang efektif.
Defense Putri belum berjalan nyaman
Selain persoalan ritme, Putri mengakui sektor pertahanannya belum bekerja dengan baik. Ia menyebut defense-nya sering mengambang sehingga tidak memberi rasa nyaman, dan hal itu membuat lawan lebih leluasa menekan dari area depan.
Situasi tersebut membuat Putri kesulitan membangun reli panjang dengan lebih tenang. Saat Michelle mulai dominan di depan net, Putri tidak cukup konsisten mencari cara untuk membalikkan keadaan.
Tekanan sebagai wakil pembuka
Beban pertandingan rupanya juga datang dari status Putri sebagai pemain pertama Indonesia yang turun ke lapangan. Ia mengaku ada rasa gugup dan tegang karena harus membuka rangkaian laga untuk timnya.
Meski demikian, Putri berusaha menjaga pikiran tetap ringan agar tidak terbebani. Ia mencoba menikmati pertandingan dan tidak ingin penampilannya menjadi sumber tekanan bagi tim, walau hasil akhirnya belum sesuai harapan.
“Rasa gugup dan tegang pasti ada tapi saya coba melupakannya, bermain tadi juga sebenarnya happy karena nggak mau jadi beban di partai pembuka tapi saya belum bisa untuk buktikan dan menyumbang poin,” ucap Putri.
Kekalahan ini membuat Indonesia perlu bergerak cepat pada partai selanjutnya agar tidak semakin tertinggal dari Kanada. Dalam format beregu seperti Piala Uber, start yang kurang baik menuntut perbaikan segera baik dari sisi mental maupun strategi untuk menjaga peluang tim tetap hidup.
