Timnas Inggris memilih tidak mengambil risiko terhadap Bukayo Saka yang baru pulih dari cedera. Thomas Tuchel menegaskan kondisi winger Arsenal itu masih dipantau ketat agar kebugarannya tidak terganggu saat persiapan menuju Piala Dunia 2026.
Keputusan itu muncul karena Saka belum berada di tahap kebugaran yang sepenuhnya ideal. Staf Inggris pun menyesuaikan beban latihan dan menit bermainnya secara bertahap supaya ia tidak kembali bermasalah secara fisik.
Pendekatan Bertahap untuk Menjaga Kondisi Saka
Tuchel menyebut Saka sempat memaksakan diri tetap bermain untuk Arsenal menjelang final Liga Champions, meski kondisi fisiknya belum benar-benar pulih. Situasi itu membuat pemulihan kebugaran sang winger perlu ditangani dengan lebih hati-hati ketika bergabung bersama timnas Inggris.
Dalam keterangannya, Tuchel mengatakan, “Kami harus berhati-hati dengan Bukayo yang sempat mengalami cedera pada Maret lalu dan mengalaminya lagi bersama klubnya.” Ia menambahkan bahwa tim terus mengatur menit bermain Saka sambil membantu mengembalikan ritme fisiknya.
Pendekatan semacam ini dianggap penting karena gaya main timnas Inggris menuntut intensitas tinggi. Tuchel ingin para pemain, termasuk Saka, siap naik ke level berikutnya secara fisik tanpa melewati batas aman yang bisa memicu cedera ulang.
Kontribusi Besar Saka Masih Terlihat
Meski sempat terganggu cedera, performa Saka bersama Arsenal tetap impresif. Winger berusia 24 tahun itu mencatat 11 gol dan 9 assist dalam 49 penampilan di semua kompetisi.
Catatan tersebut ikut membantu Arsenal menjuarai Premier League dan melaju ke final Liga Champions. Peran besar itu membuat pengelolaan kondisi Saka menjadi semakin penting, karena Arsenal dan Inggris sama-sama membutuhkan performanya tetap stabil.
Sikap Tuchel memperlihatkan bahwa Inggris tidak semata mengejar hasil jangka pendek. Dengan pemantauan yang ketat, Saka diharapkan bisa kembali ke kondisi terbaiknya tanpa dipaksa melampaui batas kebugaran yang aman.
