Inggris memastikan tempat di babak berikutnya setelah Harry Kane menjadi pembeda dalam kemenangan 2-1 atas DR Congo. Sempat tertinggal lebih dulu, Three Lions membalikkan keadaan lewat dua gol Kane pada menit ke-75 dan ke-86.
Gol penentu itu sekaligus menambah catatan penting Kane di panggung World Cup. Jumlah golnya kini menjadi 13 sepanjang sejarah turnamen, melewati rekor yang sebelumnya sejajar dengan Pelé.
DR Congo sempat memberi perlawanan ketat
Pertandingan sempat berjalan sulit bagi Inggris karena DR Congo mampu membuka keunggulan lebih dulu melalui Brian Cipenga. Di sisi lain, Lionel Mpasi tampil sibuk di bawah mistar dan menahan sejumlah peluang, termasuk beberapa sundulan Jude Bellingham.
Inggris akhirnya menekan lebih konsisten menjelang akhir laga. Mereka mencatat penguasaan bola 59 persen dan melepaskan delapan tembakan, dengan empat di antaranya tepat sasaran.
Belgium dan Senegal menunggu di sore hari
Selain kemenangan Inggris, perhatian turnamen kini mengarah ke dua laga lain yang sudah menanti. Belgium akan menghadapi Senegal pada pertandingan sore, dengan Thibaut Courtois dan Kevin De Bruyne diperkirakan menjadi tumpuan utama tim.
Senegal juga datang dengan kekuatan terbaik yang tersedia, termasuk Sadio Mané di lini depan. Namun kondisi kiper Édouard Mendy masih menjadi catatan setelah cedera lutut saat kalah dari Norway di fase grup dan kembali ke klubnya di Arab Saudi untuk pemeriksaan lanjutan.
Pelatih Pape Thiaw menyebut Mendy akan bersama tim pada hari Rabu, meski belum tentu fit untuk bermain. Ia menilai kehadiran Mendy tetap penting bagi ruang ganti dan berharap sang kiper bisa bertahan bersama tim sampai akhir turnamen.
Amerika Serikat menghadapi ujian Bosnia dan Herzegovina
Pada malam hari, tim nasional putra Amerika Serikat akan bertemu Bosnia dan Herzegovina di Round of 32. Mereka datang setelah menutup fase grup dengan kekalahan dari Türkiye dalam laga yang tidak mengubah posisi akhir mereka.
Di fase gugur, setiap kesalahan akan terasa lebih mahal. Karena itu, duel melawan Bosnia dan Herzegovina menjadi ujian penting untuk menjaga momentum dan membuka jalan ke babak berikutnya.
Rangkaian pertandingan di Round of 32 kembali menunjukkan betapa cepatnya arah bracket dapat berubah. Setelah Inggris lolos, hasil Belgium melawan Senegal dan laga Amerika Serikat melawan Bosnia dan Herzegovina berpotensi menggeser peta turnamen dalam waktu singkat.
