Kanker Global Diprediksi Melonjak Tajam, WHO Sorot Risiko Menuju 35 Juta Kasus

Author: Redaksi Android62

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperingatkan beban kanker global berpotensi melonjak hingga sekitar 35 juta kasus baru per tahun pada 2050. Jumlah itu nyaris dua kali lipat dibandingkan catatan saat ini yang berada di sekitar 20,6 juta kasus baru setiap tahun.

Lonjakan tersebut menempatkan kanker sebagai ancaman kesehatan yang kian sulit ditekan, terlebih karena penyakit ini juga telah menyebabkan hampir 10 juta kematian per tahun. Dengan angka itu, kanker tetap menjadi penyebab kematian terbesar kedua di dunia setelah penyakit kardiovaskular.

Penuaan Populasi dan Gaya Hidup Jadi Pendorong Utama

WHO menilai kenaikan kasus tidak hanya dipicu pertumbuhan jumlah penduduk. Penuaan populasi, perubahan gaya hidup, polusi, serta terbatasnya akses deteksi dini dan pengobatan ikut mendorong beban penyakit ini terus meningkat.

Faktor risiko yang paling sering disebut mencakup obesitas, kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, konsumsi tembakau dan alkohol, serta paparan polusi udara. Jika pencegahan tidak diperkuat, risiko kanker akan terus menumpuk dari waktu ke waktu.

Banyak Pasien Baru Terdeteksi Saat Stadium Lanjut

Di banyak negara berpendapatan rendah dan menengah, hambatan layanan masih menjadi masalah besar. Skrining, diagnosis dini, radioterapi, dan obat-obatan esensial belum mudah diakses oleh semua pasien.

Akibatnya, banyak kasus baru baru diketahui ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut. Kondisi itu membuat penanganan menjadi lebih sulit dan peluang keberhasilan terapi ikut menurun.

Kepala Onkologi Medis (Payudara dan Toraks) Apollo Athenaa Women Cancer Centre, Dr. Bhuvan Chug, juga menyoroti tren kenaikan kasus pada kelompok usia yang lebih muda. Ia mengatakan penyebabnya kemungkinan bersifat multifaktorial, mulai dari polusi udara, obesitas, gaya hidup tidak aktif, pola makan tidak sehat, penggunaan tembakau dan alkohol, hingga keterlambatan diagnosis.

Mengutip Times Entertainment, Chug menyatakan, “Kami jelas melihat peningkatan jumlah kasus kanker, dan yang sama mengkhawatirkannya adalah banyak kanker didiagnosis pada usia yang lebih muda.”

Pencegahan Dinilai Harus Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Chug menilai pengendalian kanker perlu dimulai dari perubahan kebiasaan harian. Aktivitas fisik perlu ditingkatkan, berat badan ideal dijaga, makanan bergizi dikonsumsi, makanan olahan dikurangi, dan konsumsi tembakau dihentikan.

Ia juga menilai perluasan program skrining kanker payudara, serviks, mulut, dan kolorektal penting agar penyakit bisa ditemukan lebih awal. Deteksi dini dinilai memberi peluang penanganan yang lebih baik sebelum kanker berkembang terlalu jauh.

Selain skrining, vaksinasi turut dipandang berperan dalam pencegahan. Vaksin HPV membantu menurunkan risiko kanker serviks, sedangkan vaksin hepatitis B membantu mencegah kanker hati.

WHO merekomendasikan pengendalian konsumsi tembakau, penerapan pola makan sehat, peningkatan aktivitas fisik, pembatasan konsumsi alkohol, vaksinasi HPV, serta pengurangan paparan faktor risiko lingkungan sebagai strategi utama. Lembaga itu bersama International Agency for Research on Cancer atau IARC juga mendorong tiap negara memperkuat sistem pengendalian kanker dari pencegahan hingga perawatan jangka panjang.

Akses yang lebih baik terhadap diagnosis, pembedahan, radioterapi, dan obat-obatan terjangkau dinilai sangat penting bagi harapan hidup pasien kanker. Di tengah proyeksi beban yang terus naik, penguatan layanan menjadi bagian penting dari upaya menahan laju penyakit ini.

Indikator Angka/Kondisi Keterangan
Kasus kanker baru saat ini 20,6 juta per tahun Catatan WHO saat ini
Proyeksi kasus kanker baru pada 2050 35 juta per tahun Berpotensi hampir dua kali lipat
Kematian akibat kanker saat ini Hampir 10 juta per tahun Penyebab kematian terbesar kedua di dunia

WHO menegaskan bahwa pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan harus berjalan bersama agar lonjakan kasus tidak makin membebani sistem kesehatan dunia. Tanpa langkah yang lebih kuat, beban kanker berisiko terus membesar dalam beberapa dekade mendatang.

Source: lifestyle.bisnis.com
Berita Terbaru