Nyeri di tulang kering yang terasa tumpul atau tajam saat berlari tidak sebaiknya dianggap pegal biasa. Kondisi itu bisa menjadi tanda shin splints atau Medial Tibial Stress Syndrome (MTSS), gangguan yang kerap muncul pada pelari dan dapat menghambat latihan bila terus dipaksakan.
Shin splints terjadi akibat peradangan pada otot, tendon, dan jaringan ikat di sekitar tulang tibia, yaitu tulang besar di bagian depan kaki bawah. Rasa sakitnya biasanya muncul di sepanjang tulang kering, terutama di bagian dalam tempat otot menempel pada tulang, lalu bisa terasa semakin nyata setelah aktivitas fisik berat dan berulang.
Gejala yang perlu diperhatikan
| Gejala | Ciri yang Sering Muncul |
|---|---|
| Rasa nyeri | Tumpul atau tajam di bagian depan atau samping dalam tulang kering |
| Muncul saat lari | Sering terasa di awal lari, lalu bisa mereda saat tubuh panas |
| Sensitif saat ditekan | Area tulang kering nyeri ketika ditekan |
| Pembengkakan ringan | Dalam beberapa kasus, kaki bawah tampak sedikit bengkak |
Dalam penjelasan Suara.com, keluhan ini paling sering muncul ketika otot kaki menerima beban yang berat dan berulang. Karena itu, shin splints kerap dianggap gangguan kecil pada awalnya, padahal bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius bila latihan tidak disesuaikan.
5 pemicu utama yang sering memperburuk kondisi
| Pemicu | Penjelasan |
|---|---|
| Terlalu cepat menaikkan beban latihan | Intensitas, durasi, atau jarak lari naik mendadak tanpa waktu adaptasi |
| Sepatu tidak sesuai | Sepatu lari sudah aus atau tidak cocok dengan bentuk anatomi kaki |
| Permukaan lari keras | Berlari di aspal atau beton memberi impak lebih besar dibanding rumput atau lintasan atletik |
| Teknik lari kurang tepat | Cara mendarat yang salah atau langkah terlalu lebar dapat menambah beban pada tulang kering |
| Otot kaki lemah atau kaku | Otot betis yang kaku dan core yang lemah membuat tulang kering bekerja lebih keras |
Lima pemicu itu menunjukkan bahwa shin splints jarang muncul hanya karena satu faktor. Dalam banyak kasus, kombinasi beban latihan, sepatu, permukaan lari, dan teknik yang kurang tepat membuat tulang kering menerima tekanan berlebih secara terus-menerus.
Cara mengatasinya dengan metode RICE
Langkah pertama ketika nyeri mulai terasa adalah berhenti memaksakan diri untuk tetap berlari. Penanganan yang disarankan adalah metode RICE, yang mencakup rest, ice, compression, dan elevation.
| Langkah | Tujuan |
|---|---|
| Rest | Istirahat beberapa hari hingga nyeri hilang, lalu pilih olahraga rendah benturan seperti berenang atau bersepeda |
| Ice | Kompres es 15-20 menit beberapa kali sehari untuk membantu mengurangi peradangan |
| Compression | Gunakan compression sleeves atau perban elastis untuk membantu mengurangi pembengkakan |
| Elevation | Angkat kaki lebih tinggi dari jantung saat berbaring agar aliran darah lebih lancar |
Bila nyeri tetap bertahan meski sudah beristirahat total selama beberapa minggu, pemeriksaan ke dokter atau fisioterapis perlu dilakukan. Langkah yang sama juga disarankan jika nyeri terasa sangat tajam dan hanya terkonsentrasi di satu titik kecil.
Shin splints memang sering dialami pelari, tetapi kondisi ini bisa dikelola lebih baik bila pemicunya dikenali sejak awal. Penanganan yang cepat membantu mencegah nyeri berkembang menjadi gangguan latihan yang lebih serius dan berkepanjangan.
