Kapasitas Mobil China Jauh Melebihi Penjualan, Diskon BYD Belum Menandakan Perang Harga Usai

Author: Redaksi Android62

Kelebihan kapasitas menjadi salah satu alasan utama mengapa perang harga mobil listrik di China belum berhenti. Tahun lalu, penjualan mobil baru di negara itu mencapai 23 juta unit, sedangkan kapasitas produksi pabrik mobil menembus 55,5 juta unit per tahun.

Selisih yang lebar antara produksi dan penjualan membuat banyak pabrikan lokal terus mencari jalan untuk menjaga perputaran bisnis. Salah satu dampaknya terlihat dari ekspor kendaraan listrik China yang bulan lalu bahkan naik dua kali lipat.

Di tengah situasi itu, BYD kembali mencuri perhatian setelah memangkas harga mobilnya hingga rata-rata 10 persen. Bloomberg melaporkan penurunan harga rata-rata di seluruh model BYD mencapai 10 persen pada bulan Maret, saat pasar domestik masih lesu.

Langkah BYD bukan satu-satunya. Geely dan Chery juga masih memberikan potongan harga di pasar domestik, dengan diskon sekitar 15 persen dan relatif stabil selama 12 bulan terakhir.

Perang diskon ini memang memberi keuntungan langsung bagi konsumen. Namun, Sekretaris Jenderal Organisasi Internasional Produsen Kendaraan Bermotor, Francois Roudier, menilai situasi seperti ini pada akhirnya merugikan produsen dan seluruh sistem industri otomotif.

Pemerintah China sendiri ikut menekan para produsen agar menghentikan kebiasaan saling banting harga. Regulator khawatir deflasi berkepanjangan bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi, sementara pabrikan masih berupaya mempertahankan penjualan lewat diskon agresif.

Tekanan dari otoritas juga membuat kebiasaan pembayaran di industri otomotif ikut berubah. Perusahaan, termasuk BYD, kini harus membayar pemasok jauh lebih cepat dari sebelumnya, padahal dulu produsen kerap menunda pembayaran faktur selama berbulan-bulan.

Perubahan itu membawa konsekuensi ke neraca keuangan. Pada BYD, kebijakan pembayaran yang lebih cepat mendorong liabilitas meningkat dan membuat rasio utang terhadap ekuitas berada di 25 persen.

Dengan kapasitas produksi yang masih jauh melampaui penjualan dan persaingan domestik yang tetap ketat, perang harga belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Selama tekanan itu belum turun, diskon besar kemungkinan tetap menjadi senjata utama bagi produsen mobil di China.

Source: oto.detik.com
Berita Terbaru