Kunjungan resmi dua hari ke Italia menandai babak baru bagi Kate setelah masa pemulihan dari kanker. Agenda itu menjadi perjalanan luar negeri resmi pertamanya sejak diagnosis pada 2024, sekaligus sinyal bahwa Putri Wales mulai kembali ke tugas kenegaraan internasional secara bertahap.
Fokus lawatan tersebut tertuju pada perkembangan anak usia dini, tema yang sudah lama melekat dalam kerja publik Catherine. Istana Kensington menyebut program itu sebagai misi pencarian fakta tingkat tinggi yang dirancang untuk mempelajari pendekatan internasional terdepan dalam mendukung anak-anak kecil dan para pengasuh mereka.
Sorotan utama di Reggio Emilia
Misi pertama Kate setelah masa pemulihan dijadwalkan berlangsung di Reggio Emilia, kota di Italia utara yang menjadi pusat agenda kunjungan. Di sana, ia ingin melihat langsung bagaimana pendekatan setempat membangun lingkungan ketika alam dan hubungan antarmanusia yang penuh kasih berjalan bersama.
Pilihan tema ini sejalan dengan perhatian Kate pada keterhubungan, kekuatan penyembuhan dari alam, dan tindakan kebaikan. Pendidikan usia dini juga dekat dengan kehidupannya sebagai ibu dari tiga anak, yakni George, Charlotte, dan Louis.
Makna simbolis bagi tugas kerajaan
Kembalinya Kate ke panggung internasional membawa bobot simbolis yang kuat bagi publik Inggris. Setelah mengumumkan remisi dari kanker pada Januari 2025, ia perlahan kembali menjalankan tugas resmi kerajaan dengan tetap menjaga kedekatan pada kerja filantropisnya.
Perjalanan ini juga menjadi kunjungan resmi luar negeri pertamanya sejak ia dan Pangeran William pergi ke Boston pada Desember 2022. Saat itu, keduanya menghadiri penyerahan Earthshot Prize yang bertema lingkungan.
Latar dari pengobatan hingga pemulihan
Kate mengumumkan pada Maret 2024 bahwa dirinya didiagnosis kanker tanpa menjelaskan jenisnya. Ia kemudian memulai kemoterapi dan mengurangi penampilan publik sebelum mulai kembali menjalankan tugas resmi secara perlahan.
Langkah demi langkah itu membuat kunjungan ke Italia dipandang sebagai kelanjutan dari proses kembalinya ia ke agenda publik. Lawatan tersebut menunjukkan bagaimana peran internasionalnya dipulihkan secara hati-hati setelah masa pengobatan dan pemulihan.
Reggio Emilia dan filosofi pendidikan yang disorot
Perhatian Kate ke Reggio Emilia berkaitan dengan filosofi pendidikan yang lahir setelah Perang Dunia II. Gagasan itu dikembangkan oleh pendidik Italia Loris Malaguzzi berdasarkan pengalaman panjangnya di pendidikan anak usia dini dan psikologi.
Akar proyek tersebut dapat ditelusuri ke saat Malaguzzi membantu sekelompok perempuan mendirikan sekolah di desa yang hancur akibat perang pada 1945. Ia kemudian bekerja dengan anak-anak yang memiliki kesulitan belajar, dan pengalaman itu membentuk pandangannya tentang pentingnya menghargai perbedaan individu.
Nando Rinaldi, direktur sekolah dan taman kanak-kanak untuk pemerintah kota Reggio Emilia, mengatakan anak-anak sudah kompeten sejak bulan-bulan pertama kehidupan. Menurut dia, lingkungan pendidikan harus dibangun agar potensi mereka muncul.
Salah satu prinsip penting dalam filosofi itu adalah “The 100 Languages of Children”. Gagasan tersebut menekankan bahwa anak mengekspresikan diri dalam banyak cara, termasuk gerak, seni, dan bicara.
Rinaldi menyebut kunjungan Kate sebagai pengakuan besar bagi Reggio Emilia. Ia juga mengatakan agenda itu menjadi sumber kebanggaan bagi pihak setempat.
Benang merah dengan kerja filantropis
Kate mendirikan The Royal Foundation Centre for Early Childhood pada 2021 untuk menekankan pentingnya masa awal kehidupan seorang anak. Yayasan itu menyatakan bahwa pengalaman pada masa kanak-kanak awal kerap menjadi akar dari tantangan sosial paling berat saat ini.
Tantangan tersebut mencakup kecanduan, perpecahan keluarga, kesehatan mental yang buruk, bunuh diri, dan tunawisma. Karena itu, kunjungan ke Italia bukan hanya agenda diplomatik, tetapi juga lanjutan dari fokus jangka panjangnya pada perkembangan anak.







