Kawah Meteor 390 Juta Tahun di Quebec Terbukti Nyata, Berawal dari Google Maps

Struktur selebar 25 kilometer yang tersembunyi di kawasan terpencil Côte-Nord, Quebec, kini dipastikan sebagai kawah tumbukan meteor. Usianya diperkirakan mencapai 390 juta tahun, menjadikannya salah satu dari sekitar 200 kawah tumbukan yang telah dikonfirmasi di dunia.

Kawah tersebut dinamai Uhackatik setelah pembahasan dengan Dewan Suku Innu Ekuanitshit, masyarakat adat yang telah lama mendiami kawasan itu. Konfirmasi ilmiah diperoleh setelah peneliti menemukan jejak batuan khas dari tumbukan berenergi sangat tinggi.

AspekInformasi
Nama kawahUhackatik
Perkiraan usia390 juta tahun
Diameter25 kilometer
LokasiCôte-Nord, Quebec, Kanada

Bukti Geologis dari Lokasi Terpencil

Tim geologi planet yang dipimpin Profesor Gordon Osinski dari Universitas Western menemukan batuan lelehan dampak di area kawah. Material ini terbentuk ketika tumbukan menghasilkan suhu dan tekanan yang luar biasa besar.

Peneliti juga mengidentifikasi shatter cones, yaitu struktur batu berbentuk khas yang menjadi penanda penting tumbukan. Struktur tersebut diketahui hanya muncul di bekas kawah meteor atau lokasi pengujian bom nuklir.

Kombinasi batuan lelehan dampak dan shatter cones memperkuat kesimpulan bahwa lekukan besar itu bukan bentang alam biasa. Temuan tersebut menjawab dugaan awal bahwa area melingkar di Quebec berkaitan dengan peristiwa tumbukan benda langit purba.

Ekspedisi Lima Hari Menembus Medan Terjal

Memastikan asal-usul Kawah Uhackatik memerlukan perjalanan lapangan yang sulit pada 2025. Pesawat amfibi hanya dapat mendarat di perairan lepas pantai, sehingga tim harus menyeberangi air sambil membawa peralatan penelitian.

Setelah itu, para peneliti berjalan melintasi hutan dan medan terjal selama lima hari menuju lokasi pengambilan sampel. Osinski menyebut perjalanan itu sebagai salah satu ekspedisi paling sulit yang pernah dilakukannya di enam benua.

Hambatan akses tersebut membantu menjelaskan mengapa struktur berdiameter 25 kilometer ini belum tercatat secara ilmiah sebelumnya. Bentuknya memang dapat terlihat melalui citra satelit, tetapi pembuktian tetap membutuhkan pemeriksaan langsung terhadap batuan di lapangan.

Berawal dari Rencana Berkemah

Petunjuk pertama datang pada 2024 dari Joël Lapointe, seorang pengamat bintang amatir yang sedang menggunakan Google Maps untuk merencanakan lokasi berkemah. Ia melihat lekukan melingkar yang tidak biasa sekitar 100 kilometer di utara Desa Magpie.

Lapointe menduga pola tersebut mungkin berkaitan dengan tumbukan benda langit, lalu menyampaikan temuannya kepada tim Osinski. Dugaan itu kemudian diuji melalui ekspedisi dan analisis geologi di lokasi yang sulit dijangkau.

Menurut CNBC Indonesia, ahli geologi Jérôme Gattacceca yang tergabung dalam tim menyatakan bahwa penemuan tersebut menunjukkan Bumi masih menyimpan banyak kejutan. Tim peneliti dijadwalkan memaparkan rincian temuan Kawah Uhackatik dalam Kongres Tahunan Masyarakat Meteoritika di Jerman bulan depan.

Bagi Lapointe, temuan ini memperlihatkan bahwa pengamatan sederhana dapat menjadi awal penelitian penting ketika ditindaklanjuti oleh ahli. Ia mengatakan, “Jangan pernah abaikan intuisi atau pengamatan Anda, meskipun itu bukan bidang keahlian Anda.”

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terkait