Kebun SMKN 1 Kedawung di Kabupaten Sragen kini tidak sekadar menjadi area praktik belajar. Sebagian besar hasil panennya sudah masuk ke program Makan Bergizi Gratis, sehingga sekolah ini ikut terlibat langsung dalam penyediaan pangan.
Buah-buahan dari kebun sekolah menjadi bagian dari pasokan itu. Selain kelengkeng, jeruk, durian, dan jambu, sekolah juga menyuplai telur serta ikan untuk kebutuhan program yang sama.
Peran tersebut membuat SMKN 1 Kedawung menonjol di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat Provinsi Jawa Tengah. Dalam kegiatan yang dipusatkan di sekolah itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menetapkannya sebagai sekolah percontohan ketahanan pangan.
Penetapan itu tidak lepas dari kondisi kebun sekolah yang tertata sekaligus produktif. Dari lahan yang dikelola, tumbuh beragam tanaman yang menunjukkan bahwa lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan secara nyata.
Di sekolah ini, fungsi kebun tidak berdiri sendiri. Hasilnya langsung terhubung dengan kebutuhan pasokan, sehingga ruang pendidikan juga berperan dalam mendukung kemandirian pangan.
SMKN 1 Kedawung sendiri memiliki program keahlian yang memang berfokus pada budi daya pertanian. Bidang yang dibuka mencakup budi daya tanaman pangan atau hortikultura, budi daya tanaman perkebunan dalam agribisnis pertanian, agribisnis ternak, agribisnis perikanan, serta agribisnis pengolahan hasil pertanian.
Rangkaian program itu membuat sekolah ini dinilai memiliki alur pembelajaran yang lengkap. Prosesnya tidak berhenti pada produksi, tetapi juga menyentuh pengolahan hasil pertanian.
Kepala SMKN 1 Kedawung, Fahmi Khoiruman, menegaskan bahwa sekolahnya memang berfokus pada program keahlian budi daya pertanian. Ia juga menyebut hasil panen sekolah ikut menyokong pasokan untuk Makan Bergizi Gratis.
Dari sisi kebijakan daerah, penetapan SMKN 1 Kedawung sebagai sekolah percontohan sejalan dengan peta jalan pembangunan Jawa Tengah 2026. Salah satu sasaran dalam peta jalan itu adalah swasembada pangan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Karena itu, posisi sekolah ini dipandang bisa memberi contoh bagi lembaga pendidikan lain. SMKN 1 Kedawung menunjukkan bahwa sekolah kejuruan tidak hanya menyiapkan lulusan untuk dunia kerja, tetapi juga dapat mengambil peran langsung dalam sektor pangan.
Momentum Hardiknas di sekolah tersebut juga memberi ruang bagi penguatan pesan pendidikan. Dalam acara itu, Gubernur Luthfi membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang menekankan pendidikan sebagai proses memuliakan manusia.
Luthfi juga menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di kelas. Menurut dia, proses mendidik juga terjadi di lingkungan keluarga dan berbagai ruang lain yang membentuk anak-anak menjadi generasi yang lebih siap.
Pada kesempatan yang sama, Luthfi menyerahkan penghargaan dan beasiswa kepada guru PNS penerima Satyalencana Karya Satya, insan pendidikan berprestasi nasional, serta dua pelajar peraih medali emas Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia 2025. Suasana itu memperlihatkan bahwa pendidikan, inovasi, dan ketahanan pangan dapat saling menguatkan dalam satu ekosistem yang sama.
Source: www.merdeka.com