Nama Keir Starmer mulai dikaitkan dengan peluang menuju kursi sekjen NATO pada 2028. Namun, jalan ke posisi puncak aliansi pertahanan Atlantik Utara itu disebut masih bergantung pada sejumlah syarat politik yang tidak sederhana.
Laporan The Observer pada Minggu, 28 Juni 2026, menyebut Starmer baru bisa masuk bursa kandidat setelah masa jabatan Mark Rutte berakhir. Jabatan sekretaris jenderal NATO saat ini masih dipegang mantan perdana menteri Belanda tersebut, yang mulai menjabat pada 2024 dengan masa tugas empat tahun.
Syarat politik di dalam negeri
Faktor pertama yang disebut penting adalah posisi Starmer di panggung politik Inggris setelah tidak lagi menjadi perdana menteri. Ia perlu tetap menjadi anggota parlemen dari Partai Buruh agar peluangnya di NATO tetap hidup.
Selain itu, hubungan politik dengan calon penerusnya di pemerintahan, Andy Burnham, juga dinilai krusial. Dukungan resmi dari pemerintah Inggris disebut akan sangat menentukan kekuatan Starmer dalam persaingan memimpin aliansi tersebut.
| Tokoh | Posisi | Keterangan |
|---|---|---|
| Keir Starmer | Perdana Menteri Inggris | Membuka peluang menuju kursi sekjen NATO |
| Mark Rutte | Sekretaris Jenderal NATO | Menjabat sejak 2024, masa tugas empat tahun |
| Andy Burnham | Calon penerus di pemerintahan | Hubungan politiknya dengan Starmer ikut menjadi sorotan |
Transisi di Partai Buruh
Starmer sudah mengumumkan pengunduran diri sebagai pemimpin Partai Buruh pada 22 Juni 2026. Meski begitu, ia menegaskan akan tetap menjalankan tugas sebagai perdana menteri sampai partainya memilih pemimpin baru.
Proses pemilihan pemimpin Partai Buruh dijadwalkan dimulai pada 9 Juli 2026. Seluruh tahapan ditargetkan selesai sebelum parlemen Inggris kembali bersidang pada September mendatang.
Periode ini membuat masa depan politik Starmer menjadi perhatian. Selama transisi berlangsung, posisinya di dalam negeri masih menjadi faktor utama yang akan menentukan apakah ambisinya ke NATO benar-benar terbuka.
Peluang yang baru terbuka pada 2028
Kursi sekjen NATO tidak dipilih lewat mekanisme tunggal yang sederhana. Penentuan jabatan itu bergantung pada kesepakatan seluruh negara anggota, sehingga setiap kandidat harus punya dukungan kuat dari negara asal dan dari anggota aliansi lainnya.
Karena itu, nama Starmer belum bisa dilepaskan dari hasil akhir dinamika politik Inggris. Jika syarat-syarat domestik tersebut tidak terpenuhi, peluangnya untuk masuk bursa pemimpin NATO pada 2028 akan semakin tipis.
Source: www.beritasatu.com






