Sebanyak 180 pesepeda dari 16 provinsi akan bersaing dalam Kejurnas MTB 2026 pada 16-19 Juli 2026. Kejuaraan ini tidak hanya menentukan prestasi nasional, tetapi juga menjadi bagian dari pemantauan atlet menuju kompetisi Asia dan dunia.
Pengurus Pusat Indonesia Cycling Federation (PP ICF) menempatkan hasil pertandingan sebagai bahan untuk melihat perkembangan kekuatan pesepeda nasional. Atlet berpeluang menunjukkan kesiapan mereka agar tetap masuk dalam perhatian program pembinaan prestasi.
Dua Arena untuk Disiplin Berbeda
Kejurnas MTB 2026 menggelar dua nomor utama dengan lokasi pertandingan yang berbeda di Kabupaten Bogor. Cross Country berlangsung di Sentul City, sementara Downhill dipertandingkan di Taman Wisata Alam Gunung Pancar.
| Nomor Pertandingan | Lokasi | Rangkaian Kejuaraan |
|---|---|---|
| Cross Country | Sentul City | Kejurnas MTB 2026 |
| Downhill | Taman Wisata Alam Gunung Pancar | Kejurnas MTB 2026 |
Pembagian venue tersebut menghadirkan dua karakter arena dalam satu rangkaian kejuaraan. Setiap peserta akan berusaha mencatatkan performa terbaik sesuai disiplin yang diikuti.
Hasil Lomba Menjadi Bahan Evaluasi
Ketua Umum PP ICF, Listyo Sigit Prabowo, menyatakan Kejurnas MTB memiliki posisi strategis dalam pembinaan olahraga sepeda Indonesia. Ajang ini digunakan untuk mengevaluasi atlet sekaligus mencari talenta yang dapat diproyeksikan ke tingkat internasional.
Menurut Listyo, perhatian tidak semata tertuju pada peraih gelar juara nasional. Performa selama kompetisi juga dapat menjadi rujukan untuk memantau pesepeda yang disiapkan menghadapi kejuaraan di luar negeri.
Dalam keterangan tertulis yang dikutip sport.detik.com, Listyo menyebut kejuaraan itu menjadi sarana evaluasi pembinaan atlet dan pencarian talenta terbaik. Ia menegaskan bahwa Kejurnas juga merupakan bagian dari persiapan Indonesia menuju berbagai kejuaraan internasional.
Peserta yang datang dari berbagai daerah membawa hasil pembinaan pengurus provinsi ICF masing-masing. Karena itu, kompetisi ini juga memberi gambaran mengenai perkembangan program pembinaan sepeda gunung di sejumlah provinsi.
Sportivitas dan Profesionalisme Disorot
PP ICF meminta atlet mengedepankan sportivitas sepanjang pertandingan berlangsung. Listyo mengingatkan bahwa kemenangan perlu dipandang sebagai prestasi, sedangkan hasil yang belum maksimal harus menjadi dorongan untuk berkembang.
“Tahun ini, 180 atlet dari 16 provinsi akan berkompetisi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Jadikan kemenangan sebagai prestasi, dan kekalahan sebagai motivasi untuk terus berkembang,” ujar Listyo.
Panitia dan perangkat pertandingan juga diminta menjaga profesionalisme selama penyelenggaraan. Kelancaran, ketertiban, dan keamanan menjadi perhatian agar kompetisi dapat berjalan sesuai harapan.
Penyelenggaraan Kejurnas MTB di Kabupaten Bogor diharapkan mendukung pengembangan olahraga daerah melalui sport tourism. Dari hasil kejuaraan ini, PP ICF akan melanjutkan pemantauan terhadap peta kekuatan atlet nasional.
Source: sport.detik.com






