Kekeringan Menggeser Sumbu Bumi 45 Cm, Air Tanah Yang Hilang Mengubah Rotasi Planet

Author: Redaksi Android62

Pergerakan sumbu Bumi ternyata tidak hanya ditentukan oleh gaya kosmik, tetapi juga oleh apa yang terjadi di bawah kaki manusia. Hilangnya cadangan air tanah dalam jumlah besar dapat menggeser poros rotasi planet ini hingga sekitar 45 cm.

Perubahan itu berkaitan dengan perpindahan air dari daratan ke lautan, yang mengubah sebaran massa di seluruh Bumi. Dalam periode 2000-2002, daratan kehilangan lebih dari 1.600 gigaton air, dan pergeseran massa tersebut cukup kuat untuk memengaruhi momen inersia Bumi.

Penelitian ini dipimpin Prof Ki-Weon Seo dari Seoul National University. Timnya memadukan data radar satelit dan model kelembaban tanah untuk merekonstruksi perubahan cadangan air global sejak akhir abad ke-20.

Pengaruh yang melampaui kekeringan

Hilangnya air tanah tidak hanya berdampak pada ketersediaan air dan permukaan laut. Data riset menunjukkan bahwa penurunan kelembaban tanah pada 2000-2002 ikut mendorong kenaikan permukaan laut global sekitar 1,95 mm per tahun.

Angka itu lebih besar daripada kontribusi pencairan es Greenland yang tercatat sekitar 0,8 mm per tahun. Temuan ini memperlihatkan bahwa simpanan air di daratan punya peran besar dalam perubahan muka laut.

Jejak kekeringan yang luas

Pergeseran sumbu Bumi tersebut berkaitan dengan wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem. Dampaknya tercatat di Asia Timur dan Tengah, Amerika Utara dan Selatan, serta Afrika Tengah.

Tren pengeringan tidak berhenti setelah periode awal itu. Dari 2003 hingga 2016, sekitar 1.000 gigaton air tanah kembali hilang, dan hingga 2021 kelembaban tanah belum kembali normal.

Dampak kecil, tetapi penting dipantau

Profesor Clark Wilson dari University of Texas at Austin menjelaskan bahwa perpindahan air dari daratan ke laut mengubah momen inersia Bumi. Karena distribusi massa berubah, poros putar planet ikut bergeser meski perubahannya tampak kecil dari permukaan.

Wilson menekankan bahwa redistribusi massa di seluruh planet memang memengaruhi sumbu rotasi Bumi. Ia juga menilai pengukuran yang sangat presisi penting karena gerak sumbu ini dapat memengaruhi akurasi sistem GPS di seluruh dunia.

Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan air tanah tidak berhenti sebagai persoalan lokal. Saat cadangan air daratan menyusut, dampaknya dapat merambat ke laut, mengubah distribusi massa planet, dan meninggalkan jejak pada gerak Bumi itu sendiri.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru