Kemendagri Tempatkan Lucky Hakim Di Lima Besar Nasional, Indramayu Makin Diperhitungkan

Indramayu tengah mendapat perhatian baru setelah Lucky Hakim masuk lima besar bupati dengan kinerja terbaik secara nasional. Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri itu menempatkan nama Lucky dan daerah yang dipimpinnya di antara 514 kabupaten/kota di Indonesia yang dinilai melalui mekanisme resmi.

Pengakuan tersebut disampaikan pada puncak peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Plaza Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat. Penetapan lima besar itu juga memiliki dasar hukum yang jelas, yakni Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.7-739 Tahun 2026.

Penilaian yang tidak diberikan sembarangan

Capaian Lucky Hakim bukan muncul tanpa proses. Kemendagri menggunakan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah atau EPPD untuk menilai laporan kinerja daerah secara ketat dan terukur.

Melalui penilaian itu, pemerintah pusat melihat sejauh mana daerah mampu menjalankan pemerintahan dengan baik. Karena itu, posisi lima besar nasional menjadi tanda bahwa Indramayu berhasil menunjukkan kinerja yang menonjol di tengah persaingan antardaerah.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menilai posisi tersebut lahir dari konsistensi Lucky dalam memimpin Indramayu. Ia juga menyebut Lucky menunjukkan kinerja terbaik dalam berbagai aspek pemerintahan daerah.

Dibaca sebagai hasil kerja bersama

Lucky Hakim sendiri menempatkan penghargaan itu sebagai buah kerja kolektif, bukan pencapaian pribadi. Ia menegaskan bahwa perangkat daerah, Forkopimda, DPRD, hingga masyarakat ikut memberi kontribusi terhadap hasil yang diraih pemerintah kabupaten.

“Apa yang dicapai ini bukan capaian pribadi. Ini kerja keras seluruh perangkat daerah, Forkopimda, teman-teman DPRD, dan tentunya dukungan penuh masyarakat Indramayu,” ujar Lucky.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa pengelolaan pemerintahan di Indramayu tidak berdiri pada satu figur saja. Di balik hasil yang diakui pusat, ada koordinasi lintas unsur yang ikut menopang jalannya birokrasi dan kebijakan daerah.

Penghargaan menjadi dorongan untuk layanan publik

Sebagai politikus Partai NasDem, Lucky menilai apresiasi dari Kemendagri harus menjadi standar baru bagi Pemerintah Kabupaten Indramayu. Ia tidak ingin capaian tersebut membuat jajaran pemerintah daerah merasa cukup.

Lucky menegaskan arah kerja pemkab tetap pada peningkatan layanan publik, transparansi, dan manfaat program yang benar-benar dirasakan masyarakat. “Kami akan terus meningkatkan pelayanan, transparansi, dan memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Sikap itu menunjukkan bahwa penghargaan nasional dipakai sebagai pendorong untuk menjaga kualitas tata kelola. Dalam konteks ini, prestasi bukan dipandang sebagai akhir, melainkan sebagai dorongan untuk memperkuat kerja birokrasi ke depan.

Sorotan juga mengarah pada perjalanan kepemimpinan Lucky

Nama Lucky Hakim kembali menjadi sorotan karena posisinya sebagai Bupati Indramayu yang baru dilantik. Ia resmi menduduki jabatan tersebut pada 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025–2030.

Sebelum itu, Lucky pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Indramayu sejak 26 Februari 2021 hingga mengundurkan diri pada Februari 2023. Latar belakang itu membuat penghargaan dari Kemendagri ikut dibaca sebagai bagian penting dari awal perjalanan kepemimpinannya di daerah.

Dengan masuknya Indramayu ke jajaran lima besar nasional, pemerintah kabupaten kini berada dalam perhatian publik yang lebih luas. Kondisi itu membuat konsistensi layanan publik, transparansi, dan hasil kerja pemerintahan menjadi hal yang terus dipantau oleh warga maupun pemerintah pusat.

Source: www.medcom.id

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer