Kemenkeu Ingatkan Modus Bantuan Palsu Lewat Messenger, Waspadai Pencatutan Nama Purbaya dan Data Pribadi

Author: Redaksi Android62

Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat agar tidak menanggapi pesan yang mengatasnamakan bantuan pemerintah melalui Messenger. Skema itu diketahui memakai akun palsu yang mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk meminta data pribadi calon penerima.

Iming-iming bantuan membuat pesan seperti ini mudah dipercaya, apalagi saat tampil di media sosial dengan tampilan yang terlihat meyakinkan. Namun Kemenkeu menegaskan bahwa klaim pendaftaran dana bantuan lewat Messenger bukan kanal resmi penyaluran bantuan dari pemerintah.

Dalam unggahan di Facebook, akun tak resmi itu disebut mengklaim pemerintah menyalurkan dana bantuan kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui Kementerian Keuangan. Pesan tersebut juga mewajibkan pendaftaran lewat Messenger, padahal pola seperti itu bukan jalur yang sah untuk program bantuan negara.

Kemenkeu sudah meluruskan kabar tersebut kepada publik dan menyebutnya sebagai berita bohong yang perlu diwaspadai. Peringatan ini penting karena modus semacam itu kerap memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap nama pejabat dan lembaga negara.

Risiko terbesar dari pesan palsu itu ada pada permintaan data pribadi. Saat orang diminta menyerahkan informasi pribadi dengan janji bantuan, pelaku bisa memanfaatkan data tersebut untuk menjalankan penipuan online.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya pada akun tiruan yang memakai nama pejabat negara. Pihak kementerian juga mengimbau publik lebih waspada terhadap pesan yang menjanjikan bantuan, tetapi meminta data lewat aplikasi pesan instan.

Pemerintah menekankan bahwa bantuan resmi akan diumumkan melalui situs dan akun media sosial resmi kementerian terkait. Informasi seperti itu tidak disalurkan lewat pesan pribadi, terutama dari akun yang tidak bisa dipastikan keasliannya.

Pola pencatutan nama pejabat masih menjadi cara yang sering dipakai dalam penyebaran hoaks. Di tengah cepatnya penyebaran informasi di media sosial, verifikasi mandiri lewat saluran komunikasi resmi menjadi langkah penting sebelum merespons atau membagikan pesan apa pun.

Berita Terbaru