Kemensos Buka Jalan Kuliah untuk Lulusan Sekolah Rakyat, Kampus Juga Didorong Turun ke Desa

Kementerian Sosial membuka peluang kerja sama dengan ITB Visi Nusantara Bogor untuk memperluas akses pendidikan bagi lulusan Sekolah Rakyat sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat desa. Dalam pembahasan di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, kedua pihak mulai menyusun integrasi program yang menyasar akar persoalan kemiskinan.

Kerja sama itu diarahkan agar lulusan Sekolah Rakyat tidak berhenti di jenjang menengah atas. Kemensos ingin memastikan mereka memiliki jalan yang lebih terbuka untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi jika memilih kuliah.

Sekolah Rakyat diposisikan sebagai jalur pemutus kemiskinan

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden yang dirancang untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi. Karena itu, keberlanjutan pendidikan bagi para lulusannya menjadi bagian penting dari desain program.

Kemensos juga menempatkan program ini sebagai ruang untuk mengubah pendekatan dari bantuan semata menuju pemberdayaan yang lebih produktif. Agus menekankan bahwa bansos tidak boleh membuat masyarakat bergantung dalam jangka panjang, terutama bagi warga miskin yang masih produktif.

Kampus diminta ikut hadir di desa

Dalam skema yang dibahas, Kemensos menyiapkan arena program, modal, dan dukungan lapangan. Perguruan tinggi diharapkan masuk dengan penguatan pendampingan, termasuk membantu pelaksanaan program yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga desa.

Dari pihak kampus, ITB Visi Nusantara Bogor menyatakan komitmen untuk berkontribusi melalui jalur akademis. Ketua Yayasan Visi Nusantara Yusfitriadi mengatakan pihaknya sedang membangun sinergi dengan lembaga yang dekat dengan isu akar rumput, termasuk Kementerian Sosial.

Rektor ITB Visi Nusantara Bogor Daniel Zuchron juga memaparkan arah penguatan kurikulum yang berorientasi pada pembangunan daerah asal siswa. Ia menyebut ada target jangka panjang untuk menyiapkan tenaga sarjana pendamping desa, termasuk melalui pembinaan di wilayah Kabupaten Bogor.

Lulusan Sekolah Rakyat dibuka akses ke ITB Vinus

Pihak ITB Visi Nusantara juga menyatakan minat untuk membantu siswa Sekolah Rakyat. Tino dari pihak kampus menyampaikan bahwa dosen dapat ikut mendampingi siswa, dan lulusan Sekolah Rakyat yang ingin kuliah di ITB Vinus juga dapat dipertimbangkan untuk diterima.

Fokus ini memberi peluang lanjutan bagi siswa yang berasal dari program pendidikan sosial tersebut. Dengan begitu, Sekolah Rakyat tidak hanya berhenti sebagai tempat belajar dasar, tetapi juga menjadi pintu menuju pendidikan tinggi bagi siswa yang memenuhi syarat.

Dua skema kerja sama sedang disiapkan

Kemensos dan ITB Visi Nusantara kini membahas dua skema konkret yang bisa dijalankan lewat program Kampung Berdaya Kemensos. Skema itu mencakup pemberian lapangan kerja, akses modal, dan kehadiran pendamping ahli dari kampus agar pemberdayaan desa berjalan lebih efektif.

Agus Jabo menyebut lulusan ITB Vinus berpeluang menjadi pendamping karena memiliki bekal keilmuan yang relevan. Menurut dia, kolaborasi seperti ini dapat membantu pengentasan kemiskinan dengan cara memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kapasitas warga.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kemensos Adrianus Alla menegaskan bahwa bansos bersifat sementara, sedangkan pemberdayaan harus memberi dampak jangka panjang. Ia berharap program ini membuat penerima bantuan bisa keluar dari ketergantungan dan memberi ruang bagi masyarakat lain yang lebih membutuhkan.

Kemensos juga menyiapkan rencana nota kesepahaman untuk memayungi kerja sama tersebut. Fokus awal diarahkan ke wilayah Bogor dan sekitarnya, terutama untuk menampung lulusan SMA dari Sekolah Rakyat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.

Tiga mandat yang tengah dijalankan Kemensos

Dalam pemaparannya, Kemensos menyebut tiga mandat utama yang sedang dijalankan. Fokus itu mencakup pemutakhiran data ekonomi, ketepatan sasaran bantuan sosial, dan penguatan Sekolah Rakyat sebagai instrumen pemutus kemiskinan sistemik.

Rangkaian langkah itu menunjukkan arah baru kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Kemensos menilai kampus dapat menjadi mitra penting untuk memperkuat program sosial yang tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga membuka jalan kemandirian bagi warga desa dan lulusan Sekolah Rakyat.

Berita Terkait