Kepercayaan Publik Jadi Penentu, Perusahaan Jujur Lebih Tahan Tekanan

Author: Redaksi Android62

Di tengah persaingan digital yang makin ketat, kepercayaan publik berubah menjadi modal yang sangat menentukan bagi perusahaan. Reputasi kini tidak cukup dibangun lewat promosi, melainkan lewat konsistensi antara janji, komunikasi, dan tindakan nyata di lapangan.

Tanpa kepercayaan, perusahaan akan lebih sulit menjaga hubungan dengan pelanggan, mitra, dan pemangku kepentingan lain yang memengaruhi kelangsungan usaha. Karena itu, perusahaan yang jujur dan terbuka cenderung memiliki ruang tumbuh yang lebih kuat saat tekanan pasar meningkat.

Branding tidak bisa berdiri sendiri

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika periode 2021–2024, Usman Kansong, menegaskan bahwa branding, reputasi, dan kepercayaan publik merupakan tiga unsur yang saling terkait. Menurut dia, branding yang kuat akan membentuk reputasi, lalu reputasi itu menentukan tingkat kepercayaan masyarakat.

Usman juga menekankan bahwa kepercayaan hanya tumbuh bila pesan yang disampaikan perusahaan sejalan dengan praktik yang benar-benar dijalankan. Dalam arus informasi yang bergerak cepat, ketidaksesuaian kecil antara komunikasi dan tindakan dapat langsung memengaruhi pandangan publik.

Keberlanjutan ikut menentukan legitimasi bisnis

Sejalan dengan itu, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Rasio Ridho Sani, menilai perusahaan perlu mengedepankan prinsip keberlanjutan. Ia menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara People, Planet, dan Profit dalam menjalankan usaha.

Rasio menyebut perusahaan yang hanya mengejar keuntungan berisiko kehilangan legitimasi sosial dan daya tahan bisnis dalam jangka panjang. Atas dasar itu, perhatian pada kesejahteraan karyawan, kondisi lingkungan sekitar, dan kinerja lingkungan menjadi bagian penting dari strategi usaha yang berkelanjutan.

Penghargaan lahir dari praktik yang konsisten

Prinsip tersebut terlihat pada PT Bio Farma (Persero), yang meraih dua penghargaan nasional sekaligus. Perusahaan itu memperoleh Best Corporate Media Impact 2026 dalam ajang Indonesia Corporate Media Awards 2026 dan Best Corporate Social Responsibility Award 2026 dalam ajang Indonesia CSR Awards 2026 di Jakarta, Rabu (4/6).

Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto, mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perseroan untuk terus memperkuat komunikasi yang terbuka, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepercayaan publik. Kepala Divisi Tanggung Jawab Sosial, HSE, Manajemen Aset dan Umum Bio Farma, Hidayat Setiadji, menambahkan bahwa capaian itu melengkapi PROPER Emas ke-10 dan Green Leadership yang diraih perusahaan pada awal tahun ini.

Hidayat juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut memperkuat implementasi prinsip ESG dalam program TJSL yang dijalankan perusahaan. Rangkaian capaian itu menunjukkan bahwa reputasi yang baik lahir dari praktik yang konsisten, bukan dari satu kali kampanye komunikasi semata.

Kepercayaan menjadi aset yang menentukan ketahanan usaha

Di era digital, publik memiliki akses yang jauh lebih cepat untuk menilai apakah sebuah perusahaan benar-benar menjalankan komitmennya. Karena itu, kepercayaan tidak lagi bisa diperlakukan sebagai pelengkap, melainkan bagian dari strategi inti yang memengaruhi ketahanan usaha.

Perusahaan yang menjaga transparansi, merawat reputasi, dan menjalankan keberlanjutan secara nyata akan lebih mudah memperoleh ruang tumbuh di tengah persaingan. Dalam kondisi seperti ini, kepercayaan publik bukan hanya citra, melainkan aset yang menentukan sejauh mana perusahaan mampu bertahan dan berkembang.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru