Hanya 11 Persen Warga Eropa Masih Anggap AS Sekutu, Kepercayaan Transatlantik Guncang

Kepercayaan warga Eropa terhadap Amerika Serikat sebagai penopang keamanan kini terlihat rapuh. Survei terbaru European Council on Foreign Relations menunjukkan hanya 11% warga di 15 negara Eropa yang masih memandang AS sebagai sekutu.

Angka itu menandai penurunan yang tajam dibanding enam bulan sebelumnya, ketika porsi serupa masih 16%, dan jauh dari 22% pada November 2024. Di saat yang sama, banyak responden justru menilai kerja sama antarnegeri Eropa semakin penting untuk menjaga keamanan kawasan.

Solidaritas Eropa Dinilai Lebih Bisa Diandalkan

Pergeseran paling jelas terlihat saat responden diminta menilai siapa yang akan membantu jika negara mereka diserang. Di Denmark, hanya 20% yang percaya AS akan turun tangan, tetapi 88% meyakini setidaknya ada beberapa negara Eropa yang akan memberi bantuan.

Pola serupa muncul di Swedia. Hanya 21% warga yang percaya pada dukungan AS, sementara 81% yakin negara-negara Eropa lain akan membantu dalam situasi krisis.

Keraguan terhadap Komitmen Washington Menguat

Di hampir semua negara yang disurvei, mayoritas responden tidak yakin Washington akan benar-benar membela mereka jika diserang. Polandia mencatat tingkat kepercayaan tertinggi, tetapi tetap hanya 37% responden yang percaya AS akan membantu.

Setelah itu, tingkat kepercayaan tercatat 35% di Inggris, 32% di Belanda, 29% di Prancis, 27% di Italia, 26% di Jerman, 25% di Hungaria, dan 25% di Portugal. Spanyol menjadi yang terendah dengan 12%.

AS Tak Lagi Dipandang Sebagai Sekutu Utama

Perubahan persepsi publik Eropa juga tampak dari cara mereka mengelompokkan posisi AS. Sebanyak 13% responden menyebut AS sebagai saingan, sedangkan 12% lainnya melihatnya sebagai musuh langsung.

Di sisi lain, pandangan bahwa AS hanya mitra yang diperlukan kini lebih dominan di kalangan warga Eropa. Pergeseran ini menunjukkan bahwa hubungan transatlantik tidak lagi dipahami dengan keyakinan lama yang selama puluhan tahun melekat pada keamanan Eropa.

Sejumlah Faktor Mendorong Perubahan Sikap

Laporan ECFR menyebut beberapa isu ikut memicu penurunan kepercayaan terhadap Amerika Serikat. Salah satunya adalah operasi militer AS di Timur Tengah melalui Operasi Epic Fury, yang dinilai menambah kekhawatiran atas arah kebijakan luar negeri Washington.

Faktor lain yang disebut ikut mempercepat perubahan persepsi adalah ancaman terhadap Greenland, rencana penarikan pasukan AS dari sejumlah pangkalan militer di Eropa, serta meningkatnya keraguan terhadap masa depan NATO.

Dorongan untuk Mandiri di Bidang Pertahanan Menguat

Di tengah melemahnya kepercayaan pada AS, dukungan terhadap kemandirian pertahanan Eropa justru meningkat. Mayoritas responden di hampir semua negara mendukung pengurangan ketergantungan pada perangkat keras militer buatan Amerika Serikat.

Dukungan terbesar untuk pembelian produk pertahanan buatan Eropa tercatat di Denmark sebesar 75%. Setelah itu ada Belanda 72%, Swedia 70%, Portugal 69%, Prancis 66%, Swiss 64%, lalu Inggris dan Spanyol masing-masing 62%.

Survei juga menemukan rata-rata warga Eropa kini 4% lebih mungkin mendukung peningkatan anggaran pertahanan nasional dibandingkan tahun sebelumnya. Italia menjadi satu-satunya negara yang mayoritas warganya masih menolak kenaikan belanja pertahanan.

Dukungan untuk Pembiayaan Bersama Uni Eropa

ECFR turut mencatat tingginya dukungan terhadap skema pinjaman kolektif Uni Eropa untuk membiayai peningkatan anggaran pertahanan. Sebanyak 47% responden mendukung ide itu, sementara 35% menolak.

Dukungan terbesar datang dari Portugal dengan 59%, disusul Denmark 56% dan Belanda 55%. Spanyol juga termasuk negara yang menunjukkan dukungan tinggi terhadap pembiayaan bersama.

Namun, dukungan terhadap pemotongan anggaran publik domestik demi membiayai pertahanan masih rendah. Penolakan paling besar terlihat di Italia sebesar 63%, Austria 59%, Jerman 56%, Spanyol 54%, dan Denmark 52%.

Di hampir semua negara yang disurvei, kecuali Bulgaria, mayoritas responden percaya hubungan Eropa dan AS akan pulih setelah Donald Trump tidak lagi menjabat sebagai presiden. Harapan itu menunjukkan bahwa keretakan yang terasa saat ini masih dianggap bisa dibalik, meski kepercayaan publik sedang berada di titik rendah.

Survei ini memperlihatkan perubahan sikap yang besar di Eropa, dari ketergantungan pada jaminan keamanan AS menuju dorongan yang lebih kuat untuk membangun kemampuan pertahanan sendiri.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait