Keringat Menumpuk saat Panas Bisa Mengganggu Folikel, Rambut Lebih Mudah Rontok

Author: Redaksi Android62

Kerontokan rambut yang berkaitan dengan cuaca panas tidak selalu muncul pada hari yang sama setelah paparan terjadi. Rambut dapat mulai rontok beberapa minggu kemudian, setelah kulit kepala dan batang rambut berulang kali menghadapi suhu tinggi.

Kondisi tersebut umumnya bersifat sementara dan tidak langsung menandakan kebotakan permanen. Namun, keluhan yang terus berlangsung tetap perlu diperhatikan karena penyebabnya bisa lebih dari sekadar perubahan cuaca.

Keringat dapat mengganggu folikel rambut

Dokter kulit sekaligus ahli bedah MOHS Michelle Henry menjelaskan bahwa penumpukan kelembapan dan keringat dapat menyumbat folikel rambut. Sumbatan ini berpotensi menimbulkan iritasi pada kulit kepala, yang kemudian dapat berujung pada kerusakan serta rambut rontok.

Paparan sinar matahari terik dan udara panas juga memberi tekanan tambahan pada rambut yang sudah rapuh. Karena itu, perlindungan rambut dan kulit kepala menjadi lebih penting bagi orang yang sering beraktivitas di luar ruangan.

Aktivitas berenang saat cuaca panas juga memerlukan perhatian terhadap kondisi rambut. Klorin dan air garam dapat membuat helai rambut lebih rapuh sehingga lebih mudah patah.

Penipisan rambut tidak selalu dipicu panas

Kerontokan atau alopesia terjadi ketika siklus pertumbuhan rambut normal terganggu. Dokter kulit Brendan Camp menyebut kondisi ini dapat muncul perlahan maupun mendadak, terutama pada kulit kepala.

Cuaca panas hanya salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi rambut dan kulit kepala. Penuaan, perubahan hormon, kekurangan nutrisi, kondisi medis, kehamilan, pengobatan, serta peristiwa stres besar juga dapat berkaitan dengan penipisan rambut.

Jenis kondisi Faktor terkait Pola kerontokan
Alopesia androgenetik Hormon dan genetik Penipisan bertahap, terutama di bagian atas kulit kepala pada wanita
Telogen effluvium Kehamilan, menopause, masalah tiroid, atau stres berkepanjangan Kerontokan situasional yang dipengaruhi kondisi tertentu

Alopesia androgenetik termasuk bentuk penipisan rambut yang paling sering dijumpai. American Academy of Dermatology menyebut kondisi ini memengaruhi puluhan juta orang.

Pada wanita, garis rambut tidak selalu menjadi bagian yang terdampak oleh alopesia androgenetik. Penipisan lebih sering tampak di bagian atas kulit kepala akibat pengaruh hormonal dan genetik.

Perawatan saat suhu meningkat

Menjaga kecukupan cairan tubuh menjadi langkah dasar ketika cuaca sangat panas. Perawatan rambut juga sebaiknya menghindari produk berbahan keras yang berisiko memperparah iritasi.

Dr. Camp menyarankan sampo dan kondisioner yang lembut tanpa pewangi, pewarna, maupun sulfat. Pilihan ini ditujukan untuk membantu menjaga kenyamanan kulit kepala dan membatasi paparan bahan yang dapat memicu iritasi.

Penggunaan alat penata rambut bersuhu panas sebaiknya dikurangi, terutama ketika rambut sudah terasa kering atau rapuh. Produk pelindung panas dapat digunakan bila alat tersebut tetap diperlukan.

Rambut dapat dibasahi lebih dulu sebelum berenang agar batang rambut tidak menyerap terlalu banyak klorin. Mengenakan topi saat berada di luar ruangan juga dapat membantu membatasi kerusakan akibat faktor lingkungan.

Alat pijat kulit kepala dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari rutinitas perawatan. Minoxidil oles juga dapat membantu merangsang pertumbuhan rambut, tetapi penggunaannya membutuhkan waktu setidaknya tiga hingga empat bulan sebelum terpapar suhu yang sangat panas.

Tanda untuk memeriksakan diri

Konsultasi dengan dokter kulit sebaiknya dipertimbangkan apabila kerontokan tidak mereda setelah perawatan dilakukan. Pemeriksaan juga penting bila keluhan berlangsung lebih dari beberapa bulan atau disertai gatal dan peradangan pada kulit kepala.

Penilaian medis dapat membantu menemukan faktor pemicu yang mungkin tidak berkaitan langsung dengan cuaca panas. Dengan demikian, penanganan rambut rontok dapat disesuaikan dengan kondisi kulit kepala dan penyebab yang mendasarinya.

Berita Terbaru