Kerugian EV Membengkak, Honda Mengubah Arah Besar Dan Menahan Laju Elektrifikasi

Author: Redaksi Android62

Honda mengakhiri tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2026 dengan rugi operasional 414,3 miliar yen. Ini menjadi kerugian tahunan pertama perusahaan sejak melantai di bursa saham pada 1957, sebuah perubahan besar bagi salah satu nama paling mapan di industri otomotif Jepang.

Tekanan terbesar datang dari bisnis kendaraan listrik yang justru berubah menjadi beban utama. Sepanjang tahun fiskal tersebut, kerugian EV Honda mencapai 1,45 triliun yen, sementara perusahaan masih memperkirakan perlu menambah sekitar 500 miliar yen lagi pada tahun fiskal berikutnya.

Beban itu ikut memaksa Honda mengubah arah strategi elektrifikasinya. CEO Honda Toshihiro Mibe mengatakan perusahaan membatalkan target agar EV menyumbang seperlima penjualan mobil baru pada 2030, sekaligus menarik kembali rencana untuk sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik dan fuel cell pada 2040.

Perubahan sikap itu menandai pergeseran besar dari ambisi awal Honda. Di tengah biaya pengembangan yang terus membengkak, perusahaan memilih menata ulang prioritas agar beban bisnis listrik tidak makin menekan kinerja keseluruhan.

Langkah penyesuaian juga terlihat di Kanada, ketika Honda menunda tanpa batas waktu proyek kendaraan listrik senilai 9 miliar euro. Fasilitas itu sebelumnya dirancang untuk produksi kendaraan listrik dan baterai secara lokal.

Sementara roda empat masih bergulat dengan biaya besar, sepeda motor tetap menjadi penopang utama Honda. Perusahaan menargetkan laba 500 miliar yen pada tahun ini dengan dukungan efisiensi biaya operasional dan penjualan sepeda motor yang disebut paling kuat.

Bisnis roda dua masih menjadi penyumbang keuntungan terbesar bagi Honda. Sebaliknya, lini otomotif roda empat dinilai masih tertinggal dari sisi skala bisnis dan eksekusi strategi dibanding para pesaingnya.

Di tengah kabar rugi dan perubahan arah bisnis, pasar merespons dengan hati-hati. Saham Honda sempat menyentuh level tertinggi dalam dua bulan sebelum ditutup menguat 3,8 persen pada perdagangan Kamis.

Penguatan itu muncul setelah Honda menjanjikan pengembalian kepada pemegang saham sedikitnya 800 miliar yen dalam tiga tahun ke depan. Perusahaan juga mempertahankan dividen tahunan sebesar 70 yen per saham untuk tahun fiskal baru maupun tahun fiskal sebelumnya.

Rangkaian keputusan tersebut menunjukkan Honda sedang memasuki fase penataan ulang yang lebih ketat. Di satu sisi, perusahaan harus menanggung beban besar dari EV, sementara di sisi lain Honda masih berupaya menjaga profitabilitas lewat sepeda motor dan disiplin modal yang lebih hati-hati.

Source: voi.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru