Kerugian besar Trump Media & Technology Group Corp. pada kuartal pertama terutama datang dari posisi aset digital yang nilainya merosot tajam. Dari total rugi bersih US$405,9 juta, sekitar US$370 juta berasal dari penurunan nilai aset digital dan saham yang belum direalisasi dalam pembukuan perusahaan.
Tekanan itu menunjukkan betapa cepatnya aset kripto dapat mengubah wajah laporan keuangan perusahaan publik. Di saat nilai di atas kertas tertekan, induk Truth Social tetap mencatat likuiditas yang terlihat kuat.
Trump Media melaporkan aset keuangan senilai US$2,1 miliar. Nilai itu naik tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, sehingga posisi kas perusahaan masih tampak kokoh meski laba bersihnya terpukul.
Arus kas operasional juga tetap positif di level US$17,9 juta. Angka tersebut menandakan kegiatan inti perusahaan masih menghasilkan dana, walau hasil akhirnya terbebani oleh perubahan nilai aset kripto.
Sorotan terbesar tetap tertuju pada Bitcoin, yang kini memegang peran penting dalam strategi keuangan Trump Media. Setelah pembelian besar-besaran pada Juli tahun lalu, perusahaan memegang lebih dari 9.500 Bitcoin dengan harga rata-rata US$108.519 per koin, menurut data CoinGecko.
Eksposur sebesar itu membuat laporan keuangan Trump Media sangat sensitif terhadap pergerakan harga Bitcoin. Koin tersebut sempat menyentuh US$126.000 pada Oktober, lalu turun ke US$60.000 pada awal Februari, sebelum kembali bergerak di kisaran sedikit di atas US$80.000 saat laporan ini dirilis.
Perubahan harga yang cepat itu ikut mendorong perusahaan melepas 2.000 Bitcoin pada akhir Februari 2026. Penjualan dilakukan ketika harga pasar berada di bawah US$70.000, di tengah gejolak pasar kripto yang masih tinggi.
Kondisi tersebut memperlihatkan risiko besar dari strategi menahan aset digital dalam jumlah besar di neraca perusahaan. Di satu sisi, kas operasional masih bergerak positif, tetapi di sisi lain, penurunan nilai aset kripto langsung menekan pembukuan dan membuat rugi bersih membengkak.







