Kerusakan Baterai BMW Tak Selalu Berujung Ganti Total, Bisa Ditangani Per Cell atau Module

Author: Redaksi Android62

Kerusakan baterai mobil listrik BMW tidak otomatis berakhir pada penggantian satu paket penuh. BMW Group Indonesia menegaskan, perbaikan bisa dilakukan secara parsial setelah diagnosis teknis menunjukkan cell atau module mana yang benar-benar bermasalah.

Pendekatan ini penting karena biaya baterai utuh sering dianggap sebagai beban terbesar dalam kepemilikan mobil listrik premium. Dengan sistem yang dirancang untuk penggantian per cell atau per module, teknisi tidak harus mengganti seluruh baterai hanya karena ada gangguan di satu bagian.

Perbaikan lebih terarah

BMW menjelaskan bahwa arsitektur baterainya memang dibuat agar proses servis lebih fokus pada komponen yang rusak. Jadi, perbaikan tidak dilakukan berdasarkan dugaan umum, melainkan setelah pemeriksaan teknis memastikan bagian mana yang perlu diganti.

Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O’tania, menyebut estimasi penggantian per cell atau module berada di kisaran Rp 32 jutaan per unit. Angka itu tetap bergantung pada hasil pengecekan teknis dan komponen pendukung yang dibutuhkan selama proses perbaikan.

Model perbaikan seperti ini membuat biaya servis berpotensi lebih terkendali. BMW menekankan bahwa yang diganti hanya komponen yang terbukti bermasalah, bukan seluruh paket baterai secara otomatis.

Bukan hanya soal biaya

Di sisi lain, BMW juga menyoroti struktur baterai yang dipakai pada kendaraan listriknya. Jodie menjelaskan bahwa teknologi baterai BMW menggunakan jumlah cell atau module yang lebih efisien dibanding beberapa kompetitor.

Susunan tersebut disebut membantu proses perbaikan menjadi lebih terarah dan efektif. Dengan begitu, penanganan kerusakan bisa dilakukan lebih spesifik sesuai titik masalah yang ditemukan saat diagnosis.

Bagi calon pembeli, penjelasan ini penting karena baterai sering menjadi salah satu kekhawatiran utama saat mempertimbangkan mobil listrik premium. Kerusakan baterai tidak selalu berarti tagihan besar karena penggantian total.

Garansi masih menjadi pelindung

BMW Group Indonesia juga memastikan seluruh kendaraan listrik BMW yang dipasarkan di Indonesia saat ini masih masuk cakupan garansi baterai. Selama kerusakan sesuai ketentuan garansi, konsumen tidak perlu menanggung seluruh biaya sendiri.

Garansi baterai BMW berlaku secara global selama 8 tahun atau hingga 160.000 km, mana yang tercapai lebih dahulu. Cakupannya meliputi defect material, failure, dan kapasitas baterai.

Namun, garansi itu tetap punya syarat. Kendaraan harus menjalani perawatan berkala sesuai panduan dalam buku kepemilikan manual agar perlindungannya tetap valid.

Waktu pengerjaan juga terukur

Selain biaya, durasi servis juga menjadi perhatian pemilik mobil listrik. BMW menyebut penggantian cell module dapat dilakukan relatif cepat jika semua komponen yang dibutuhkan tersedia.

Estimasi pengerjaan disebut sekitar 2 hari kerja. Waktu tersebut sudah mencakup diagnosis awal, pembongkaran, penggantian komponen, hingga test diagnosis sesuai prosedur standar global BMW.

Kepastian waktu ini memberi gambaran bahwa perbaikan baterai tidak selalu membuat mobil harus lama tertahan di bengkel. Selama parts tersedia, prosesnya masih bisa dihitung dengan jelas.

Bagi pengguna mobil premium, kepastian biaya dan waktu servis sama-sama penting dalam menilai pengalaman kepemilikan. Karena itu, struktur baterai dan layanan purna jual ikut menentukan persepsi terhadap mobil listrik, bukan hanya kapasitas baterai atau jarak tempuhnya.

Source: otomotif.kompas.com
Berita Terbaru