Kesepakatan Rp55 Triliun Ubah IREN Jadi Tulang Punggung AI Nvidia, Opsi Saham Rp34 Triliun Mengintai

Author: Redaksi Android62

Saham IREN sempat melesat tajam setelah pasar merespons kesepakatan barunya dengan Nvidia, sebelum akhirnya kembali menimbang laporan rugi kuartalan perusahaan. Di balik pergerakan itu, IREN sedang menunjukkan perubahan identitas yang jauh lebih besar: dari penambang Bitcoin menjadi penyedia infrastruktur komputasi AI.

Kesepakatan yang memicu perhatian pasar itu bernilai $3.4 billion untuk layanan GPU cloud terkelola selama lima tahun. Di saat yang sama, Nvidia juga mendapat opsi lima tahun untuk membeli hingga 30 juta saham IREN di harga $70 per saham, dengan nilai potensial mencapai $2.1 billion jika dijalankan penuh.

Langkah tersebut menempatkan IREN semakin dekat ke pusat lonjakan belanja infrastruktur AI. Perusahaan itu tidak lagi hanya bertumpu pada penambangan kripto, tetapi mulai membangun fondasi fisik untuk beban kerja AI skala besar yang kini diburu banyak perusahaan teknologi.

Jensen Huang menyebut “AI factories” sebagai bagian dasar dari ekonomi global. Ia menegaskan bahwa sistem sebesar itu membutuhkan integrasi penuh di banyak lapisan, mulai dari komputasi, jaringan, perangkat lunak, daya, hingga operasi.

Daniel Roberts, co-founder dan co-CEO IREN, mengatakan kemitraan ini menggabungkan kekuatan Nvidia dalam sistem dan arsitektur AI dengan keahlian IREN di daya, lahan, pusat data, penerapan GPU, dan operasi infrastruktur. Pernyataan itu memperlihatkan arah baru IREN sebagai tulang punggung fisik untuk ekspansi AI berskala besar.

Untuk mendukung kontrak tersebut, IREN menyiapkan pembangunan hingga 5 gigawatts infrastruktur AI generasi baru. Implementasi awal akan dimulai di kampus Sweetwater berkapasitas 2 gigawatt di Texas.

Skala ini penting karena beban kerja AI membutuhkan daya besar, pusat data luas, dan pengelolaan sistem yang stabil. IREN tampaknya ingin mengamankan posisi sebagai penyedia kapasitas yang bisa diandalkan ketika permintaan komputasi AI terus naik.

Ekspansi perusahaan tidak berhenti di Amerika Serikat. IREN juga memperluas jejak infrastrukturnya di Eropa lewat akuisisi pengembang pusat data asal Spanyol, Ingenostrum dari Nostrum Group.

Akuisisi itu menambah 490 megawatts daya terhubung ke jaringan listrik di Spanyol. Dengan tambahan tersebut, total portofolio daya IREN naik menjadi 5 gigawatts, selaras dengan kebutuhan kontrak-kontrak besar yang kini diincarnya.

Kesepakatan dengan Nvidia juga datang setelah IREN lebih dulu mengamankan kontrak besar lain di sektor AI. Perusahaan itu sebelumnya meneken kesepakatan dengan Microsoft senilai $9.7 billion untuk infrastruktur GPU cloud berbasis Nvidia GB300 di pusat data Childress, Texas.

Kontrak Microsoft itu turut mencakup perjanjian pembelian senilai $5.8 billion dengan Dell Technologies untuk peralatan komputasi. Jika digabung, komitmen dari kemitraan Nvidia dan Microsoft yang terkait IREN kini melampaui $15 billion.

Pasar langsung memberi reaksi cepat terhadap kabar terbaru tersebut. Saham IREN melonjak di perdagangan after-hours dan sempat menembus di atas $72 setelah ditutup di $56.85.

Namun euforia itu kemudian menyusut setelah IREN merilis laporan laba kuartalan pada akhir perdagangan Kamis. Laporan tersebut menunjukkan miss besar pada Q1 dengan rugi bersih $247.8 million.

Pada perdagangan terbaru, saham IREN masih naik sekitar 3% di level $58.60. Bernstein kemudian menetapkan target harga $100 untuk saham IREN setelah pengumuman itu.

Sementara itu, saham Nvidia tetap bergerak dekat rekor tertinggi dan baru-baru ini diperdagangkan di atas $215 per saham. Menurut Yahoo Finance, saham NVDA sudah naik 83% dalam setahun terakhir, seiring kuatnya minat pasar terhadap prospek belanja AI.

Kesepakatan IREN dan Nvidia muncul di tengah perebutan kapasitas komputasi AI yang makin ketat. Hut 8 baru-baru ini menandatangani lease pusat data AI senilai $9.8 billion, sementara Core Scientific dan Terawulf juga telah meneken kontrak komputasi bernilai miliaran dolar dengan perusahaan AI besar.

Dengan kombinasi kontrak cloud GPU senilai $3.4 billion, opsi saham Nvidia, dan kapasitas 5 gigawatts, IREN kini makin menonjol di pasar infrastruktur AI. Perusahaan yang dulu dikenal sebagai penambang Bitcoin itu kini bergerak lebih dalam ke bisnis yang menjadi tulang punggung ledakan AI.

Berita Terbaru