Perdagangan pagi ini memperlihatkan Bitcoin dan Ethereum sama-sama berada di bawah tekanan. Dua aset kripto terbesar itu bergerak melemah ketika pasar masih menunggu kepastian yang lebih jelas soal arah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Sikap hati-hati pelaku pasar membuat aset berisiko ikut tertekan. Perhatian kini tertuju pada apakah kesepakatan politik dapat benar-benar meredakan ketegangan yang masih rapuh dan membuka kembali Selat Hormuz.
Bitcoin dibuka di $73,568.4 dan turun 0.3% dari pembukaan Minggu. Pada pukul 9:56 a.m. ET, harganya kembali melemah ke $71,400.64.
Ethereum juga bergerak turun sejak pembukaan. Aset ini dibuka di $2,004.03, turun 0.8% dari pembukaan Minggu, lalu berada di $1,960.76 pada pukul 9:56 a.m. ET.
Tekanan jual pagi ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap perkembangan geopolitik. Saat risiko global meningkat, investor cenderung menahan diri sambil menunggu kepastian yang lebih kuat.
Dalam pembanding yang lebih luas, posisi keduanya juga masih menunjukkan pelemahan. Harga pembukaan Bitcoin tercatat 4.4% lebih rendah dibandingkan pembukaan minggu lalu, 3.6% lebih rendah dari sebulan lalu, dan 29.7% lebih rendah dari setahun lalu.
Ethereum memperlihatkan pola serupa. Harga pembukaannya pagi ini 4.5% lebih rendah dari seminggu sebelumnya, 11.2% lebih rendah dari sebulan lalu, dan 20.8% lebih rendah dari setahun lalu.
Kondisi itu menegaskan bahwa keduanya masih berada dalam fase yang volatile. Perubahan sentimen dapat cepat menggeser arah perdagangan, terutama ketika pasar masih menimbang risiko geopolitik dan arah makro.
Di tengah perhatian terhadap Timur Tengah, pasar juga menunggu Presiden Trump menandatangani perpanjangan gencatan senjata 60 hari yang sudah disepakati. Proses itu menjadi salah satu titik penting yang dipantau investor karena dapat memengaruhi suasana pasar secara lebih luas.
Data historis Bitcoin dan Ethereum ikut menggambarkan besarnya rentang pergerakan dua aset ini. Bitcoin pernah menyentuh rekor tertinggi $126,198.07 pada Oct. 6, 2025, sementara rekor terendahnya tercatat $0.04865 pada July 14, 2010.
Ethereum juga memiliki jejak volatilitas yang tajam. Aset ini pernah mencapai rekor tertinggi $4,953.73 pada Aug. 24, 2025, sedangkan nilai terendah sepanjang masanya berada di $0.4209 pada Oct. 21, 2015.
Meski riwayat harga keduanya sangat lebar, pasar pagi ini tampak lebih fokus pada ketidakpastian jangka pendek. Selama kepastian soal AS-Iran belum muncul, Bitcoin dan Ethereum berpotensi tetap bergerak dalam bayang-bayang kehati-hatian investor.
Bitcoin sendiri tetap dikenal sebagai aset kripto tanpa pengawasan pemerintah atau bank. Sistemnya berjalan melalui blockchain sebagai buku besar digital publik, dengan transaksi langsung antarpengguna tanpa perantara perbankan.
