Sepak bola Inggris kehilangan Kevin Keegan, mantan pemain dan pelatih yang meraih dua penghargaan Ballon d’Or. Legenda Liverpool tersebut meninggal dunia pada usia 75 tahun setelah berjuang melawan kanker.
Keegan dikenal sebagai salah satu figur Inggris dengan jejak besar di lapangan maupun di pinggir lapangan. Dua Ballon d’Or pada 1978 dan 1979 menjadi penanda pencapaian individual tertinggi dalam kariernya.
Penyakit kanker yang dialami Keegan muncul tidak lama setelah ia mengalami kecelakaan mobil pada tahun lalu. Pada Mei, ia mengumumkan bahwa kanker tersebut telah memasuki stadium keempat.
Kondisi itu membuat peluang hidupnya disebut kecil. Kabar kepergian Keegan kemudian meninggalkan duka mendalam bagi sepak bola Inggris, sebagaimana dilaporkan sport.detik.com yang mengutip The Athletic.
Rekam Jejak Kevin Keegan
| Perjalanan | Catatan | Pencapaian |
|---|---|---|
| Liverpool | 323 penampilan dan 100 gol | 3 Liga Inggris dan Piala Champions 1977 |
| Hamburg | Bermain selama 3 tahun | Melanjutkan karier di Jerman |
| Timnas Inggris | 18 Februari 1999–7 Oktober 2000 | 7 kemenangan dari 18 pertandingan |
| Ballon d’Or | 1978 dan 1979 | 2 penghargaan individu |
Sebelum menjadi nama besar di Liverpool, Keegan memulai karier profesional bersama Scunthorpe United pada 1968. Namanya melesat pada era 1970-an ketika memperkuat The Reds.
Di Liverpool, Keegan membukukan 100 gol dari 323 penampilan. Kontribusinya membantu klub itu merebut tiga gelar Liga Inggris serta Piala Champions pada 1977.
Pencapaian bersama Liverpool menjadi fondasi reputasinya sebagai penyerang terkemuka Inggris. Pengakuan tersebut semakin kuat saat ia memenangi Ballon d’Or dalam dua tahun beruntun.
Petualangan di Jerman dan Akhir Karier Bermain
Setelah meninggalkan Liverpool, Keegan memilih melanjutkan karier ke Jerman bersama Hamburg. Ia bermain di klub tersebut selama tiga tahun sebelum kembali ke Inggris pada 1980.
Sekembalinya ke Inggris, Keegan sempat memperkuat Southampton dan Newcastle United. Karier bermainnya berakhir setelah ia pensiun bersama Blacktown City pada 1985.
Perjalanan lintas klub itu memperlihatkan rentang karier Keegan yang tidak hanya berpusat di Liverpool. Namun, masa bermainnya bersama The Reds tetap menjadi bagian paling menonjol dari kiprahnya.
Menangani Newcastle hingga Timnas Inggris
Setelah pensiun, Keegan kembali ke sepak bola sebagai pelatih Newcastle United pada 1992. Masa kerja pertamanya di klub itu berakhir pada Januari 1997 setelah ia dipecat.
Ia kemudian melanjutkan karier kepelatihan dengan menangani Fulham dan Manchester City. Keegan juga kembali membesut Newcastle, yang menjadi klub terakhir dalam karier kepelatihannya hingga September 2008.
Di level internasional, Keegan dipercaya menangani Timnas Inggris sejak 18 Februari 1999 sampai 7 Oktober 2000. Dalam 18 pertandingan, tim asuhannya mencatat tujuh kemenangan dan empat kekalahan.
Kepergian Keegan menutup perjalanan seorang tokoh yang merasakan gelar, gol, dan pengakuan individual sebagai pemain. Namanya juga tetap tercatat melalui kiprahnya melatih klub-klub Inggris serta tim nasional.
