Keyboard Fisik Kembali Diburu, Bukan Untuk Gaya Lama Tapi Agar Ponsel Tak Menguasai Hari

Pasar ponsel bergaya BlackBerry ternyata masih punya ruang tumbuh, meski bukan untuk mengulang masa lalu. Daya tarik utamanya justru datang dari pengguna yang ingin mengurangi screen time dan tidak mudah terseret ke layar sentuh.

Perangkat seperti ini memberi jeda kecil saat mengetik dan bernavigasi. Bagi sebagian orang, jeda itu justru membantu penggunaan ponsel menjadi lebih terkontrol dan tidak terus-menerus mengarah ke aplikasi atau media sosial.

Minat tersebut mendorong startup seperti Clicks Technology di Inggris dan Unihertz dari China untuk masuk ke ceruk ini. Sejumlah pemain lain juga ikut merilis produk serupa, sehingga keyboard fisik kembali terlihat sebagai kategori yang punya pasar nyata.

Daya tariknya tidak hanya datang dari pengguna lama BlackBerry. Clicks Technology menyebut 45% pelanggannya bahkan belum pernah memakai ponsel dengan keyboard fisik sebelumnya.

Menurut Jeff Gadway, salah satu pendiri sekaligus Chief Marketing Officer Clicks Technology, kelompok itu tidak memandang keyboard fisik sebagai barang nostalgia. Mereka melihatnya sebagai cara baru yang lebih terencana untuk memakai ponsel.

Keyboard fisik kembali punya fungsi yang dicari

Ponsel layar sentuh memang membuat aktivitas digital serba cepat, tetapi justru itu yang membuat sebagian pengguna merasa terlalu mudah tenggelam di dalamnya. Saat mengetik tidak semudah mengetuk layar, pengalaman memakai ponsel berubah menjadi lebih sadar dan tidak otomatis.

YouTuber Chonnie Alfonso, yang kerap menampilkan gadget retro, mengatakan perpindahannya ke perangkat ber-keyboard membuatnya memikirkan lagi seberapa sering ponsel dipakai. Kebiasaan gulir tanpa henti di media sosial juga terasa kurang nyaman dilakukan di perangkat seperti ini.

Gadway menjelaskan bahwa produk Clicks memang menekankan fungsi pesan dan fungsi inti. Tujuannya adalah menjaga pengguna tetap fokus pada tugas, bukan terus terpancing membuka aplikasi lain.

Fitur lama yang kembali dicari

Selain cara pakai yang lebih terkontrol, perangkat di kategori ini juga membawa kembali sejumlah fitur yang makin jarang ada di ponsel modern. Clicks, misalnya, menawarkan keyboard dalam berbagai bahasa dan penutup belakang yang bisa diganti.

Ponsel bergaya BlackBerry juga sering menghadirkan memori yang dapat diperluas serta jack headphone 3,5 mm. Dua fitur itu dulu umum, tetapi kini semakin sering dihilangkan dari banyak smartphone arus utama.

Bagi Wei Lun Ng, antusias audio berusia 23 tahun, jack headphone masih sangat berguna. Ia menilai koneksi kabel tidak mudah terputus, lebih nyaman saat baterai menipis, tidak gampang hilang, dan lebih murah.

Keyboard fisik juga membantu dari sisi aksesibilitas. Gadway mengatakan sejumlah pengguna dengan gangguan penglihatan atau kendala kontrol motorik merasa lebih mudah mengetik dengan tombol fisik, begitu juga mereka yang sering salah tekan di layar sentuh.

Dari simbol lama ke ceruk baru

Nama BlackBerry tetap menjadi simbol paling jelas dari perubahan besar di pasar ponsel. Setelah iPhone meluncur pada 2007, tombol fisik perlahan tersingkir dari pasar smartphone dan hampir hilang dari perangkat utama.

Perusahaan yang lama identik dengan ponsel ber-keyboard menghentikan produksi perangkat keras pada 2016. Layanan software-nya kemudian ditutup pada 2022, tetapi komunitas penggemarnya tidak benar-benar lenyap.

Di Reddit, komunitas r/Blackberry masih memiliki sekitar 25.000 anggota. Mereka masih berbagi tips, pengalaman, dan nostalgia seputar perangkat lama itu.

Meski begitu, penggerak pasar saat ini tidak hanya datang dari mereka yang ingin mengenang BlackBerry. Ceruk ini juga menarik pengguna baru yang mencari pengalaman memakai ponsel yang lebih fokus dan lebih praktis.

Pasar kecil, tetapi minatnya nyata

Meski belum kembali menjadi arus utama seperti dulu, minat terhadap ponsel ber-keyboard cukup kuat untuk menopang bisnis di segmen khusus. Selain Clicks dan Unihertz, ada juga Zinwa Technologies dan iKKO yang merilis ponsel dengan keyboard buatan mereka sendiri tahun ini.

Respons pasar terhadap produk baru di kategori ini juga terlihat jelas. Kampanye Kickstarter Unihertz untuk Titan versi kedua menarik lebih dari 8.200 pendukung dan mengumpulkan lebih dari USD 4,8 juta per 8 Mei, menjelang penutupan pada 13 Mei.

Clicks juga mencatat permintaan yang kuat. Perusahaan itu melampaui target pre-order enam bulannya hanya dalam 30 hari.

Di sisi lain, tantangan biaya produksi tetap membayangi. Permintaan tinggi terhadap infrastruktur AI ikut membebani pasokan memori dan mendorong kenaikan harga komponen, sehingga tekanan biaya bisa terasa lebih berat bagi perangkat di ceruk ini.

Source: inet.detik.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer