Kilang Asia Rela Bayar Premium Tinggi Demi Amankan Upper Zakum Di Tengah Ketegangan Iran

Author: Redaksi Android62

Kilang-kilang minyak di Asia makin agresif mengamankan kargo Upper Zakum dari Uni Emirat Arab karena jenis minyak medium-sour semakin sulit didapat di tengah gangguan pengiriman energi dari Timur Tengah. Dalam kondisi pasar yang ketat, sebagian pembeli jangka panjang bahkan rela membayar tambahan harga hingga US$20 per barel di atas harga jual resmi pada akhir bulan lalu.

Permintaan yang tinggi itu tidak muncul tanpa alasan. Upper Zakum menjadi incaran karena karakter minyaknya cocok untuk kilang yang memproses medium-sour, terutama kilang yang membutuhkan bahan baku untuk menghasilkan solar dan bahan bakar jet dalam jumlah besar.

Kondisi pasar juga membuat muatan bulan Mei tetap laku meski harga resmi sudah dinaikkan jauh lebih tinggi dibanding April. Beberapa pedagang yang tidak disebutkan namanya menyebut tekanan beli tetap kuat, menandakan pasokan alternatif untuk jenis minyak sejenis memang semakin terbatas.

Harga resmi ikut melonjak

Abu Dhabi National Oil Co. atau Adnoc biasanya menyalurkan volume kepada pelanggan tetap sesuai harga resmi tanpa tambahan premi. Namun situasi saat ini memaksa pelaku industri menyesuaikan kontrak agar mencerminkan risiko gangguan aliran minyak akibat perang.

Berdasarkan data harga resmi, Adnoc menetapkan Upper Zakum untuk muatan April setara dengan minyak Murban di angka US$69,45 per barel. Untuk muatan Mei, harga jual resmi melonjak menjadi US$110,75 per barel seiring eskalasi konflik di Teluk Persia.

Kenaikan itu tidak otomatis menurunkan minat pembeli. Sebaliknya, sejumlah kilang di Asia tetap mengejar kargo karena minyak medium-sour yang tersedia di pasar global makin terbatas.

Pasokan dipindah lebih jauh dari jalur rawan

Volume minyak yang kini dipasarkan berasal dari fasilitas penyimpanan di dekat Fujairah, di luar Selat Hormuz. Pasokan itu sudah ditempatkan di sana sejak sebelum perang pecah pada akhir Februari untuk mengantisipasi hambatan logistik di jalur pelayaran utama.

Saat ini, muatan Upper Zakum tersedia di atas kapal tanker dan bisa dipindahkan lewat transfer kapal ke kapal di lepas pantai Fujairah. Ekspor melalui jalur pipa Fujairah tetap berjalan untuk jenis Murban, tetapi pengiriman jenis minyak lain yang harus melewati Selat Hormuz masih mengalami gangguan signifikan.

Bagi kilang Asia, situasi ini berarti biaya tambahan harus ditanggung demi menjaga pasokan bahan baku. Di pasar yang makin sempit, Upper Zakum pun berubah menjadi salah satu kargo paling dicari karena stoknya terbatas dan risikonya ikut naik bersama ketegangan di kawasan.

Hingga saat ini, Adnoc belum memberikan tanggapan resmi terkait dinamika pasar dan permintaan komentar atas penawaran premi tersebut. Namun tekanan pembelian yang terus muncul menunjukkan konflik di kawasan langsung memengaruhi strategi pengadaan minyak para pembeli di Asia.

Berita Terbaru