Kimmich Bongkar Titik Lemah Jerman, Unggul Cepat Justru Berujung Kekalahan

Author: Redaksi Android62

Timnas Jerman harus menerima kenyataan pahit setelah kalah 1-2 dari Ekuador pada laga penutup Grup E Piala Dunia 2026 di New York. Joshua Kimmich menilai kekalahan itu lahir dari hilangnya kendali permainan setelah Jerman sempat unggul cepat.

Kapten Die Mannschaft tersebut menegaskan bahwa masalah utama timnya bukan sekadar skor akhir, melainkan cara mereka membiarkan Ekuador berkembang dan mengambil alih ritme pertandingan. Menurut Kimmich, Jerman terlalu mudah kehilangan bola dan terlalu sering memberi ruang bagi lawan untuk menekan.

Keunggulan awal yang tidak mampu dijaga

Jerman sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik. Leroy Sane membawa mereka unggul saat laga baru berjalan dua menit, tetapi keunggulan itu segera sirna setelah Nilson Angulo menyamakan kedudukan pada menit kesembilan.

Situasi setelah gol pembuka menjadi titik yang paling disorot Kimmich. Ia menyebut timnya seperti kehilangan pegangan atas pertandingan, lalu terus mengundang serangan Ekuador melalui kesalahan-kesalahan sederhana.

“Kami memulai pertandingan dengan baik, tetapi kemudian terlalu mudah kehilangan bola dan terus mengundang mereka menyerang,” ujar Kimmich, dikutip dari ARD.

Ekuador lebih efektif dalam memanfaatkan momen

Tekanan yang terus datang akhirnya berbuah hasil untuk Ekuador pada menit ke-77. Gonzalo Plata mencetak gol kemenangan yang memastikan Jerman pulang tanpa poin dari laga tersebut.

Penampilan Ekuador dinilai lebih agresif dan lebih tajam dalam memanfaatkan peluang. Penyerang Jerman, Denis Undav, mengakui tim lawan tampil lebih efektif dan layak mendapat hasil maksimal dari pertandingan ini.

“Ekuador bermain lebih agresif dan lebih tajam dibanding kami. Itu sesuatu yang harus kami pelajari dan ambil hikmahnya,” kata Undav.

Pengakuan jujur soal babak kedua

Kimmich juga tidak menutupi bahwa Jerman pantas kalah jika melihat jalannya babak kedua. Ia menilai permainan tim asuhan Julian Nagelsmann menjadi terlalu mudah dibaca dan tidak lagi berada dalam kendali mereka.

Catatan itu sejalan dengan penilaian Undav yang menyebut Jerman tidak cukup langsung dalam membangun serangan. Menurutnya, tim tidak menciptakan ancaman berarti pada paruh kedua pertandingan.

Masih lolos, tetapi ada pekerjaan rumah besar

Meski kalah, Jerman tetap melaju ke babak 32 besar sebagai juara Grup E. Mereka mengoleksi enam poin, sama seperti Pantai Gading, tetapi unggul selisih gol sehingga tetap berada di posisi teratas klasemen.

Hasil itu memang menjaga langkah Jerman di turnamen, tetapi performa melawan Ekuador memberi sinyal peringatan yang jelas. Kesalahan saat unggul lebih dulu bisa menjadi persoalan besar di fase gugur, ketika satu momen saja dapat menentukan nasib tim.

Karena itu, kekalahan ini bukan hanya soal hilangnya tiga poin, tetapi juga soal evaluasi penting bagi Jerman sebelum memasuki fase berikutnya di Piala Dunia 2026. Publik kini menunggu apakah mereka mampu merespons dengan lebih disiplin dan lebih tenang saat menghadapi tekanan yang lebih besar.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru