Panas Ekstrem Mematikan di Eropa, Rekor Suhu Baru Memicu Krisis Beruntun

Author: Redaksi Android62

Gelombang panas ekstrem yang menyapu Eropa telah menimbulkan dampak paling serius dalam beberapa tahun terakhir. Di sejumlah negara, suhu udara menembus rekor baru dan memicu korban jiwa, gangguan layanan publik, hingga pembatalan acara besar.

Di Spanyol, sistem pemantauan MoMo melaporkan 327 kematian yang terkait dengan cuaca panas dalam kurun lima hari. Prancis juga menghadapi peningkatan kasus kematian di rumah, menurut Menteri Kesehatan Stéphanie Rist, sementara kasus tenggelam ikut naik menjadi 55.

Korban jiwa dan tragedi di beberapa negara

Dampak panas ekstrem di Prancis turut memunculkan tragedi yang mengguncang perhatian publik. Seorang balita berusia 18 bulan meninggal akibat hipertermia setelah terjebak di dalam mobil di Marseille.

Di Carpentras, insiden serupa sebelumnya juga menewaskan dua anak lainnya. Dua pertiga kasus tenggelam di Prancis terjadi saat korban berenang di area tanpa pengawasan, memperlihatkan besarnya risiko yang menyertai suhu tinggi ini.

Rekor suhu terus pecah di Eropa Barat

Gelombang panas itu tidak berhenti di Prancis dan Spanyol. Jerman mencatat suhu tertinggi sementara 41,3 derajat Celsius di Saarbrücken, disusul Belgia yang mencapai 40 derajat Celsius.

Belanda juga mencatat suhu 39,4 derajat Celsius di Limburg, sedangkan Inggris membukukan rekor Juni sebesar 37,1 derajat Celsius. Lonjakan ini menunjukkan seberapa jauh panas ekstrem bergerak ke utara dan timur Eropa dalam waktu singkat.

Para ahli memperingatkan dampaknya akan lebih luas

Juru bicara Organisasi Meteorologi Dunia, Clare Nullis, menilai gelombang panas ini membawa ancaman besar bagi kesehatan, ekosistem, pertanian, dan sektor tenaga kerja. Ia menegaskan masyarakat perlu mulai terbiasa dengan kondisi seperti ini.

Pandangan itu sejalan dengan penilaian ilmuwan dari World Weather Attribution yang menyebut bulan Juni memanas lebih cepat dibanding bulan-bulan lain. Mereka menilai gelombang panas kali ini menjadi yang paling parah yang pernah tercatat di wilayah tersebut.

Layanan iklim Copernicus juga mencatat Eropa sebagai benua dengan pemanasan tercepat di dunia, yakni dua kali lipat dari rata-rata global. Data itu memperkuat kekhawatiran bahwa suhu ekstrem akan semakin sering muncul dan dampaknya makin luas.

Transportasi, energi, dan kegiatan publik ikut terganggu

Risiko kesehatan yang tinggi membuat sejumlah acara besar dibatalkan atau ditunda. Paris Pride ditunda hingga September, sedangkan festival musik Solidays di Prancis dibatalkan meski biasanya menarik ratusan ribu pengunjung.

Di Belanda, pembatalan festival musik Defqon.1 memicu protes dari pengunjung hingga polisi turun tangan. Situasi ini menunjukkan bahwa panas ekstrem tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi.

Dampak serupa menjalar ke sektor transportasi dan energi. Kereta Eurostar rute Cologne menuju Paris sempat mogok di Brussels akibat panas ekstrem, dan tiga penumpang harus dibawa ke rumah sakit.

Di Swiss, pembangkit listrik tenaga nuklir Beznau menonaktifkan kedua reaktornya karena suhu Sungai Aare dinilai terlalu panas untuk mendinginkan reaktor secara aman. Tim peneliti di Swiss juga memperingatkan cadangan musim dingin pada gletser diperkirakan habis dan mencair lebih cepat dari biasanya.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru