Kioxia Salip Toyota, Ledakan Chip AI Ubah Peta Kekuatan Jepang

Author: Redaksi Android62

Kioxia Holdings Corp kini memegang gelar perusahaan paling bernilai di pasar saham Jepang, setelah kapitalisasi pasarnya menembus 44 triliun yen atau Rp 4.856 triliun. Posisi itu membuat produsen chip memori tersebut berada sedikit di atas Toyota Motor Corp, yang tercatat senilai 43,8 triliun yen atau Rp 4.834 triliun.

Pergeseran ini menyoroti bagaimana tema kecerdasan buatan dan krisis kelangkaan chip memori mengangkat perusahaan yang sebelumnya tidak berada di pusat perhatian investor. Dalam waktu singkat, Kioxia berubah dari nama industri yang relatif tenang menjadi simbol baru perburuan saham terkait semikonduktor di Jepang.

Reli saham yang melesat tajam

Pergerakan saham Kioxia menjadi salah satu pemicu utama lonjakan valuasi tersebut. Pada Jumat (12/6/2026), saham perusahaan itu naik 7,6% dan telah melesat lebih dari 670% sepanjang tahun ini.

Kenaikan yang sangat agresif itu datang di tengah pasar yang semakin memburu eksposur ke rantai pasok AI. Menurut analis pasar Tokai Tokyo, Shuutarou Yasuda, reli Kioxia mencerminkan pergeseran dana global ke produsen chip memori ketika dunia menghadapi krisis kelangkaan komponen tersebut akibat ledakan AI.

Dari unit Toshiba menjadi pemain utama

Kioxia bukan nama baru yang tiba-tiba muncul tanpa akar industri. Perusahaan ini berawal dari unit bisnis chip memori Toshiba, perusahaan yang lama dikenal sebagai pelopor teknologi memori flash NAND.

Unit itu dipisahkan, lalu diakuisisi oleh grup yang dipimpin Bain Capital pada 2018. Setahun kemudian, nama perusahaan resmi berubah menjadi Kioxia dan sejak itu bisnisnya berkembang cepat.

Transformasi tersebut kini mencapai titik yang sulit diabaikan pasar. Dari unit bisnis milik Toshiba, Kioxia tumbuh menjadi entitas yang mampu menyalip salah satu simbol industri Jepang paling dikenal di dunia.

AI mengubah selera investor di Bursa Jepang

Kemenangan Kioxia atas Toyota bukan satu-satunya tanda perubahan selera investor. Awal bulan ini, Toyota juga sempat disalip SoftBank setelah antusiasme terhadap rencana pencatatan saham OpenAI memicu reli, meski kemudian Toyota turun lagi ke peringkat keempat setelah aksi jual menahan penguatan.

Di saat yang sama, nama lain di bursa Jepang ikut mendapat sorotan karena kedekatannya dengan tema AI. Murata Manufacturing Co dilirik karena memasok komponen ke pusat data AI, sementara Advantest Corp dikenal sebagai pembuat pengujian chip.

Meski Shuutarou Yasuda menilai situasi ini belum layak disebut transformasi industri sepenuhnya, arah pergerakan modal sudah cukup jelas. Perusahaan yang berada di jalur pasok AI dan semikonduktor kini memperoleh penilaian pasar yang jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Kioxia memanfaatkan momentum itu ketika permintaan chip memori menguat dan pasokan masih ketat. Dalam lanskap seperti ini, krisis 2026 justru mengangkat pemain yang dulu tidak terlalu diperhitungkan menjadi penentu baru dalam peta kekuatan korporasi Jepang.

Source: www.cnbcindonesia.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru