Klaim Charles Buhler dan tim Exodus Propulsion Technologies kembali menempatkan gagasan propulsi tanpa propelan di pusat perhatian. Mereka menyebut telah menemukan efek baru berbasis medan listrik yang, menurut mereka, dapat menghasilkan gaya cukup besar untuk menahan gravitasi Bumi.
Yang membuat kabar ini segera disorot adalah besarnya klaim yang dibawa, sementara pembuktian independen masih belum tersedia. Hingga kini, belum ada laboratorium luar yang mempublikasikan pengujian dengan peralatan, instrumentasi, dan anggaran ketidakpastian milik sendiri.
Buhler merupakan spesialis elektrostatik yang pernah bekerja di NASA/Kennedy Space Center. Ia kini memimpin Exodus Propulsion Technologies, dan menegaskan bahwa proyek yang ia dorong tidak berafiliasi dengan NASA.
Klaim tentang “gaya baru”
Dalam penjelasannya kepada The Debrief, Buhler mengatakan bahwa medan listrik saja dapat menghasilkan gaya berkelanjutan pada sebuah objek tanpa mengeluarkan massa. Timnya menyebut fenomena itu sebagai “New Force” dan menganggapnya berbeda dari pendekatan propulsi sebelumnya.
Buhler juga menyatakan bahwa sistem dengan asimetri pada tekanan elektrostatik atau medan elektrostatik divergen dapat memberi komponen gaya tak nol pada pusat massa. Menurutnya, ada fisika yang belum sepenuhnya dipahami di balik hasil tersebut.
Pada tahap ini, klaim itu masih berada pada wilayah yang sensitif. Komunitas ilmiah tetap menuntut protokol yang terdokumentasi, anggaran ketidakpastian yang jelas, dan pengujian ulang oleh pihak luar sebelum sebuah temuan dianggap kuat.
Riwayat panjang ide propelan nol
Keraguan itu bukan muncul tanpa alasan. Dunia propulsi pernah berkali-kali dihebohkan oleh konsep yang tampak menjanjikan tetapi gagal bertahan saat diuji lebih ketat.
Salah satu contoh paling terkenal adalah EmDrive, yang pada 2001 diperkenalkan Roger Shawyer sebagai “impossible drive”. Perangkat itu diklaim mampu menghasilkan dorongan tanpa propelan, sehingga sempat memunculkan harapan karena seolah menabrak hukum kekekalan momentum.
Pada 2016, tim Eagleworks milik NASA sempat melaporkan adanya pengukuran dorongan. Namun, penelitian di Dresden University of Technology pada 2021 tidak menemukan thrust dari perangkat tersebut, dan pengalaman itu membuat banyak ilmuwan lebih berhati-hati terhadap klaim serupa.
Pengalaman EmDrive ikut membentuk cara publik dan komunitas sains memandang proyek-proyek propellantless drive berikutnya. Sinyal kecil di laboratorium mudah tertukar dengan noise eksperimen atau bias harapan, sehingga pembuktian yang ketat menjadi syarat utama.
Eksperimen Exodus terus berjalan
Meski begitu, Exodus Propulsion Technologies mengatakan pengembangan masih berlangsung. APEC mencatat adanya pengujian dan penyempurnaan lanjutan oleh co-founder Exodus, Andrew Aurigema, dalam agenda Januari, Maret, dan Mei 2026.
Dalam wawancara Maret 2026, Buhler mengatakan sekitar 2.000 eksperimen ruang hampa telah dijalankan. Ia juga menyebut ada pengamatan efek dorongan yang tetap bertahan setelah daya dimatikan.
Buhler menjelaskan bahwa timnya terdiri dari orang-orang yang pernah bekerja di NASA, Blue Origin, dan Air Force. Ia menuturkan bahwa mereka meneliti propellant-less drive selama bertahun-tahun sebelum beralih ke pendekatan elektrostatik.
Menurut Buhler, perangkat awal mereka hanya menghasilkan thrust yang hampir tidak berarti. Namun, ia mengatakan setiap iterasi baru menunjukkan peningkatan hingga mencapai titik penting pada 2023, ketika perangkat yang digerakkan oleh “New Force” diklaim mampu menghasilkan dorongan cukup besar untuk mengatasi gravitasi Bumi.
Panggung baru di hadapan investor
Exodus juga mulai tampil lebih terbuka di hadapan investor. Daftar resmi Deep Tech Week NYC 2026 mengumumkan acara “Meet and Greet” pada 4 April untuk mempertemukan fisikawan dan investor dengan Buhler sebagai CEO dan pendiri.
Langkah itu menambah sorotan terhadap proyek yang masih menunggu validasi luar. Untuk sementara, klaim Exodus tetap dipandang sebagai sesuatu yang berada di antara kemungkinan terobosan dan hasil yang belum terbukti.







