Klasifikasi Aset Digital Didorong Lebih Jelas, Aftech Buka Jalan Regulasi Tokenisasi Baru

Author: Redaksi Android62

Tokenisasi aset keuangan digital mulai mendapat perhatian lebih serius di Indonesia seiring pendorongan kerangka regulasi yang lebih jelas. Aftech menilai kebutuhan utama saat ini adalah klasifikasi aset digital yang tegas agar pengembangannya tidak berjalan di ruang abu-abu.

Melalui kajian industri berbentuk industry consultative paper, Asosiasi Fintech Indonesia atau Aftech mencoba membuka ruang dialog yang lebih terarah antara pelaku industri, regulator, dan pemangku kepentingan lain. Dokumen ini disiapkan sebagai dasar awal untuk membangun pengaturan tokenisasi aset keuangan digital yang sehat, berkelanjutan, dan memiliki kepastian hukum.

Dorongan agar regulasi lebih pasti

Ketua Umum Aftech, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa tokenisasi bukan lagi konsep yang hanya dibicarakan di ranah teknologi. Menurut dia, tokenisasi sudah menjadi bagian nyata dari inovasi pasar keuangan global dan perlu ditempatkan dalam kerangka kebijakan yang memadai.

Aftech melihat perannya bukan hanya sebagai asosiasi industri, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam proses perumusan kebijakan. Karena itu, kajian yang dirilis disusun untuk memperkaya dialog dengan pendekatan yang mencakup aspek hukum, fungsi ekonomi, pengaturan, hingga teknis.

Pendekatan tersebut dianggap penting agar pembahasan tokenisasi tidak bergerak secara sporadis. Dengan kerangka yang lebih terstruktur, regulator dan pelaku usaha dapat membahas fungsi aset digital secara lebih jelas, termasuk implikasi pengawasan yang menyertainya.

Akses investasi yang lebih luas

Aftech memandang tokenisasi sebagai salah satu peluang untuk memperdalam pasar keuangan domestik. Skema ini dinilai dapat membuka partisipasi yang lebih luas terhadap aset yang selama ini sulit dijangkau oleh sebagian masyarakat maupun pelaku pasar.

Selain memperluas akses, tokenisasi juga disebut berpotensi mempercepat proses transaksi dalam ekosistem keuangan digital. Aftech menilai manfaat tersebut membuat tokenisasi tidak sekadar relevan sebagai inovasi teknologis, tetapi juga sebagai instrumen yang punya dampak ekonomi langsung.

Karena itu, klasifikasi aset digital dianggap menjadi titik penting. Tanpa pemetaan yang jelas, risiko, fungsi, dan kebutuhan pengawasan setiap aset dapat sulit dibedakan, sehingga pengaturan berpotensi tidak efektif.

Pandangan otoritas soal stabilitas sistem keuangan

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menilai inisiatif Aftech dapat membantu membangun pemahaman bersama mengenai aset keuangan digital. Ia menekankan bahwa penguatan regulasi dan pengembangan sektor ini perlu berjalan dalam ekosistem yang terpadu dan kredibel.

Filianingsih juga mengingatkan bahwa inovasi di bidang ini harus tetap menjaga kedaulatan moneter, resiliensi, dan stabilitas sistem keuangan. Menurut dia, sinergi antara otoritas dan pelaku industri dibutuhkan agar kerangka kebijakan yang lahir bersifat komprehensif sekaligus adaptif.

Dalam pandangan Bank Indonesia, perlindungan konsumen juga tetap menjadi bagian penting dari pembahasan. Karena itu, kerangka pengaturan tokenisasi tidak cukup hanya mendorong inovasi, tetapi juga harus memastikan pengawasan berjalan seiring dengan perkembangan pasar.

Pembahasan yang mulai bergerak lebih sistematis

Di sisi lain, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, memandang consultative paper itu sebagai bentuk keterlibatan aktif industri dalam penyusunan kebijakan. Dokumen tersebut dinilai dapat menjadi dasar diskusi yang lebih luas, tidak hanya dengan OJK dan Aftech, tetapi juga dengan pelaku usaha, asosiasi, kementerian, dan lembaga terkait.

Bagi Aftech, pembahasan tokenisasi memang perlu diarahkan secara lebih terstruktur. Tujuannya agar inovasi digital bisa diakomodasi tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan yang sudah ada.

Langkah Aftech bersama Bank Indonesia dan OJK menunjukkan bahwa regulasi tokenisasi aset keuangan kini memasuki fase yang lebih sistematis. Fokus pembahasan berikutnya tertuju pada bagaimana membangun klasifikasi aset digital yang jelas, menjaga perlindungan konsumen, dan tetap memberi ruang bagi inovasi dalam ekosistem keuangan digital.

Source: finansial.bisnis.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru