Kolokoa Temuan Emas Baru Dekat Pani, Berpeluang Menopang Produksi Merdeka Gold

Prospek Kolokoa di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, mulai mencuri perhatian setelah PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan adanya potensi mineralisasi emas baru di area tersebut. Temuan ini dinilai penting karena lokasinya hanya sekitar 500 meter dari deposit utama di distrik mineral yang sama, sehingga peluang pengembangan bersama dengan Tambang Emas Pani terbuka lebar.

Kedekatan itu membuat Kolokoa tidak sekadar menjadi area eksplorasi tambahan, tetapi juga kandidat kuat untuk mendukung pertumbuhan sumber daya perusahaan. Di tengah pengembangan Tambang Emas Pani yang sudah berjalan, prospek baru ini dipandang bisa memperkuat arah produksi EMAS di wilayah Gorontalo.

Posisi Kolokoa jadi nilai strategis

Direktur Utama PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Poerbaya Abidin, menilai lokasi Kolokoa memberi keuntungan operasional yang nyata. Menurut dia, kedekatan dengan Pani dapat memberikan ruang efisiensi apabila prospek itu berkembang sesuai harapan.

Boyke juga menegaskan bahwa skala awal temuan di Kolokoa terlihat menjanjikan. Ia menyebut prospek tersebut berpotensi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan sumber daya dan peningkatan produksi ke depan.

Hasil pengeboran awal menunjukkan zona luas

Optimisme terhadap Kolokoa bertumpu pada kegiatan pengeboran yang berlangsung selama empat bulan. Dari 30 lubang bor, perusahaan mengonfirmasi adanya zona mineralisasi yang luas dengan kadar emas hingga 1,57 g/t di dekat permukaan.

Dari hasil awal itu, target eksplorasi di Kolokoa diperkirakan berada pada kisaran 20 juta hingga 40 juta ton bijih. Kadar rata-rata yang diproyeksikan berada di level 0,3 sampai 0,5 g/t emas, sehingga prospek ini dipandang cukup material untuk terus dipelajari.

Uji metalurgi awal ikut menguatkan sinyal positif

Selain data pengeboran, hasil pengujian metalurgi awal juga memberi dukungan tambahan bagi penilaian perusahaan. Tingkat pemulihan emas untuk material oksida tercatat mencapai 87-94 persen.

Angka tersebut dinilai sejalan dengan metode pengolahan yang sudah digunakan di Tambang Pani. Meski begitu, EMAS tetap menegaskan bahwa estimasi sumber daya mineral di Kolokoa masih bersifat konseptual, sehingga pengeboran lanjutan masih diperlukan untuk memperkuat data geologi dan tingkat keyakinan atas potensinya.

Eksplorasi lanjutan disiapkan secara bertahap

Manajemen menyatakan program eksplorasi akan dijalankan secara disiplin dan terarah. Langkah ini penting untuk memperkuat struktur cadangan mineral sekaligus menjaga kesinambungan pasokan material bagi fasilitas pengolahan yang telah tersedia di wilayah tersebut.

Sepanjang 2026, perusahaan menyiapkan total 82 lubang bor untuk memperjelas karakter geologi di konsesi seluas 14.670 hektare. Rencana itu juga menjadi bagian dari upaya memperdalam pemahaman atas prospek Kolokoa dan area di sekitarnya.

Terkait langsung dengan perkembangan Tambang Emas Pani

Prospek Kolokoa muncul pada saat Tambang Emas Pani mulai berproduksi sejak Februari 2026. Proyek tersebut menargetkan produksi tahunan sebesar 100.000 hingga 115.000 ounces emas.

Dalam jangka lebih panjang, Tambang Pani diproyeksikan mampu mencapai puncak produksi lebih dari 500.000 ounces per tahun setelah fasilitas heap leach dan Carbon-in-Leach selesai sepenuhnya. Kehadiran Kolokoa di kawasan yang sama menambah daya tarik peta pengembangan emas di Gorontalo karena letaknya berdekatan dengan infrastruktur dan wilayah operasi yang sudah berjalan.

Bagi EMAS, Kolokoa kini menjadi salah satu area yang berpotensi memperkuat sumber daya dan menjaga kesinambungan produksi di kawasan Pani. Dengan hasil awal yang menjanjikan, dukungan uji metalurgi, serta rencana pengeboran lanjutan, prospek ini tetap menjadi fokus penting dalam pengembangan tambang emas perusahaan di Gorontalo.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer