Kombinasi Antibodi Dan PCR Mengonfirmasi Hantavirus Langka Pertama Di Israel

Author: Redaksi Android62

Israel mencatat kasus hantavirus pertamanya pada seorang pasien yang infeksinya tidak langsung terlihat sejak awal. Kepastian diagnosis baru muncul setelah pemeriksaan antibodi menunjukkan adanya paparan, lalu PCR mengunci keberadaan materi genetik virus.

Kasus ini menonjol karena hantavirus bukan penyakit yang umum ditemukan di Israel. Meski begitu, pasien dilaporkan dalam kondisi stabil dan tidak memerlukan perawatan intensif maupun isolasi ketat.

Dua pemeriksaan yang saling melengkapi

Urutan pemeriksaan pada pasien ini menjadi kunci untuk membaca jejak infeksi. Saat gejala mengarah ke infeksi virus, tes antibodi dilakukan lebih dulu dan hasilnya menunjukkan adanya paparan hantavirus.

Setelah itu, PCR digunakan untuk memastikan infeksi dengan mencari materi genetik virus. Kombinasi dua tes ini penting karena antibodi menunjukkan paparan, sementara PCR memberi bukti yang lebih pasti tentang keberadaan virus.

Pendekatan seperti ini memang sering dipakai ketika dokter perlu memastikan diagnosis sekaligus menelusuri riwayat paparan pasien. Dalam kasus ini, hasil pemeriksaan juga sudah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan Israel.

Bukan kasus yang benar-benar baru dalam riwayat Israel

Walau kasus ini tergolong langka, hantavirus pernah muncul sebelumnya pada warga Israel. Sekitar satu dekade lalu, beberapa warga Israel juga diduga tertular saat bepergian ke Amerika Selatan.

Pada kasus terbaru ini, sumber infeksi disebut berasal dari galur virus Eropa. Hal itu berbeda dengan galur Andes dari Amerika Selatan yang kini menjadi perhatian internasional karena terkait klaster penyakit pernapasan berat di kapal pesiar MV Hondius.

Perbedaan galur ini penting karena karakter penularannya tidak selalu sama. Sebagian besar hantavirus di dunia menyebar dari hewan pengerat ke manusia, bukan dari antarmanusia.

Sorotan global ikut meningkat

Perhatian terhadap hantavirus memang sedang naik setelah WHO menyoroti klaster penyakit pernapasan berat di kapal pesiar berbendera Belanda. Laporan itu diterima WHO pada 2 Mei 2026, ketika kapal masih membawa 147 penumpang dan awak, sementara 34 orang lainnya sudah turun lebih dulu.

Hingga 8 Mei, total delapan kasus dilaporkan, termasuk tiga kematian. Dari jumlah itu, enam kasus sudah terkonfirmasi lewat pemeriksaan laboratorium sebagai infeksi hantavirus, dan seluruh kasus terkonfirmasi tersebut diidentifikasi sebagai virus Andes.

WHO menyebut risiko bagi masyarakat umum tetap rendah dan tidak ada bukti virus menyebar melalui kontak sehari-hari. Namun, risiko bagi penumpang dan awak kapal dinilai berada pada level sedang.

Respons medis dan pencegahan

Penanganan di lapangan dilakukan melalui investigasi epidemiologi, isolasi kasus, perawatan klinis, evakuasi medis, pengujian laboratorium, dan pelacakan kontak. Untuk sebagian besar kasus hantavirus, belum ada obat antivirus yang terbukti khusus.

Perawatan umumnya bersifat suportif. Langkahnya mencakup pemantauan medis, pemberian cairan secara hati-hati, oksigen bila dibutuhkan, penanganan tekanan darah rendah, dukungan fungsi ginjal, dan ventilasi mekanis pada kasus berat.

Di sisi lain, pencegahan tetap menjadi fokus utama karena penularan sering berkaitan dengan hewan pengerat. Upaya yang disarankan meliputi menjauhkan hewan pengerat, menutup celah masuk, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, serta tidak menyapu kering atau menyedot kotoran tikus dengan vakum.

Langkah itu penting karena partikel terkontaminasi dapat tersebar ke udara dan meningkatkan peluang paparan. Dengan munculnya kasus baru di Israel dan klaster di kapal pesiar, kewaspadaan terhadap sumber penularan dari hewan pengerat kembali menjadi perhatian utama kesehatan publik.

Source: lifestyle.bisnis.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru