Kompensasi Untuk Pembeli iPhone 16 dan iPhone 15 Pro, Ini Daftar Pengguna Yang Bisa Mengajukan Klaim

Author: Redaksi Android62

Pengguna iPhone 16 dan iPhone 15 Pro di Amerika Serikat kini menjadi sorotan setelah muncul penyelesaian perkara senilai $250 juta yang melibatkan Apple. Dari kasus ini, pengguna yang memenuhi syarat berpeluang menerima kompensasi sekitar $25 hingga $95, meski pencairannya masih menunggu proses hukum berikutnya.

Yang perlu dicatat, perkara ini bukan berangkat dari kerusakan perangkat. Sengketa justru muncul karena promosi fitur AI yang dinilai belum siap saat ponsel dijual, terutama terkait Apple Intelligence dan kemampuan Siri berbasis AI yang dijanjikan dalam materi pemasaran.

Siapa yang masuk daftar berhak

Berdasarkan dokumen pengadilan yang dilihat The New York Times, penyelesaian ini berlaku untuk pengguna di AS yang membeli perangkat tertentu dalam periode Juni 2024 hingga Maret 2025. Daftar perangkat yang disebut mencakup iPhone 16, iPhone 16 Plus, iPhone 16 Pro, iPhone 16 Pro Max, iPhone 15 Pro, dan iPhone 15 Pro Max.

Dengan kriteria itu, pengguna yang masuk kategori tersebut disebut memiliki peluang untuk mengajukan klaim kompensasi. Namun, besaran akhirnya belum bisa dipastikan karena masih menunggu persetujuan final dari pengadilan dan mekanisme klaim yang akan dibuka nanti.

Masalah utama ada pada janji Apple Intelligence

Kasus ini berkaitan erat dengan peluncuran Apple Intelligence yang diperkenalkan saat WWDC 2024. Fitur itu kemudian ikut dipromosikan bersama kehadiran seri iPhone 16 dan lini iPhone 15 Pro yang mendukung rangkaian kemampuan AI tersebut.

Dalam gugatan, Apple dinilai menonjolkan fitur AI canggih, terutama yang berhubungan dengan Siri, lewat materi promosi. Masalahnya, sebagian kemampuan yang dijanjikan itu baru hadir jauh lebih lambat, bahkan ada yang disebut masih belum tersedia saat perangkat mulai dipakai pembeli.

Keluhan pengguna juga muncul karena beberapa fitur diluncurkan bertahap dan dalam cakupan terbatas. Akibatnya, nilai jual utama yang ditampilkan saat promosi dianggap belum bisa dinikmati sepenuhnya pada saat ponsel dibeli.

Sikap Apple dan langkah berikutnya

Apple dilaporkan memilih menyelesaikan perkara ini tanpa mengakui kesalahan. Menurut laporan The New York Times, perusahaan menilai persoalan itu pada dasarnya berkaitan dengan ketersediaan dua fitur tambahan yang terhubung dengan peluncuran Apple Intelligence.

Sampai sekarang, Apple belum memberikan pernyataan resmi baru mengenai rincian pembayaran kepada pengguna. Penyelesaian ini juga masih memerlukan persetujuan hakim pengadilan distrik di AS sebelum proses klaim dapat dimulai.

Mengapa perkara ini ikut diperhatikan luas

Kasus ini memperlihatkan bahwa iklan fitur AI kini diawasi lebih ketat oleh pengguna. Perusahaan teknologi tidak hanya dinilai dari canggih atau tidaknya fitur yang dijanjikan, tetapi juga dari kesiapan fitur itu saat produk mulai dijual.

Tekanan itu terasa kuat karena industri teknologi sedang berlomba menambahkan AI ke ponsel, mesin pencari, aplikasi produktivitas, dan asisten suara. Apple sendiri masuk ke percakapan AI lebih lambat dibanding sebagian pesaingnya, sehingga ekspektasi terhadap Apple Intelligence sejak awal sudah sangat tinggi.

Di sisi lain, iPhone terbaru saat ini juga mengandalkan integrasi dengan sistem seperti OpenAI ChatGPT untuk beberapa permintaan AI tingkat lanjut. Apple juga telah mengumumkan kolaborasi AI yang lebih luas untuk langkah berikutnya, menandakan strategi AI perusahaan tetap berjalan meski peluncuran awal Apple Intelligence memicu sengketa hukum.

Bagi pengguna yang merasa masuk kategori berhak, perhatian berikutnya ada pada putusan pengadilan dan tata cara pengajuan klaim. Jika penyelesaian itu disahkan, pengguna iPhone yang memenuhi syarat di AS kemungkinan dapat mengajukan permohonan kompensasi sesuai prosedur yang nantinya ditetapkan.

Source: www.techlusive.in
Berita Terbaru