Film animasi Mobile Suit Gundam Hathaway: The Sorcery of Nymph Circe dipastikan kembali hadir di bioskop Indonesia pada 29 Mei 2026. Kehadiran ini langsung menjadi sorotan karena film tersebut membawa lanjutan kisah Hathaway Noa dengan konflik yang makin rumit, baik di medan politik maupun di ranah personal.
Perhatian penggemar juga tertuju pada skala ceritanya yang semakin gelap. Mafty kembali menjadi poros perlawanan terhadap tirani Federasi Bumi, sementara bayang-bayang masa lalu terus menekan Hathaway di tengah langkahnya memimpin gerakan itu.
Konflik Mafty semakin tajam
Cerita film ini berlangsung 12 tahun setelah Pemberontakan Char. Dalam periode itu, dunia kembali diguncang oleh gerakan Mafty yang menentang kekuasaan Federasi Bumi.
Hathaway Noa berada di balik nama samaran organisasi tersebut. Ia memimpin perlawanan, tetapi pada saat yang sama juga harus menanggung trauma lama yang belum selesai.
Tekanan batin itu membuat perjalanan karakternya tidak sekadar soal strategi perang. Hubungan emosional dengan sosok ayahnya, Bright Noa, ikut memperberat beban yang ia pikul.
Pertemuan yang mengguncang rencana serangan
Situasi makin berubah ketika Hathaway bertemu Gigi Andalusia. Sosok misterius itu hadir pada momen penting dan menggoyang keyakinan Hathaway menjelang serangan besar di Konferensi Adelaide.
Di sisi lain, Kolonel Kenneth Sleg sudah menyiapkan pertahanan untuk menghentikan operasi Mafty. Dari titik ini, cerita bergerak ke benturan taktik, intrik politik, dan langkah militer yang saling berhadapan.
Rangkaian konflik itu membuat film tetap dekat dengan identitas Gundam. Perang besar, keputusan strategis, dan pertarungan kepentingan berjalan berdampingan dengan drama karakter.
Deretan pengisi suara utama
Film ini juga menghadirkan jajaran pengisi suara yang sudah akrab di dunia animasi Jepang. Kehadiran mereka memperkuat posisi film sebagai proyek penting dalam semesta Gundam.
Berikut daftar pengisi suara yang terlibat:
| Karakter | Pengisi suara |
|---|---|
| Kenneth Sleg | Jun’ichi Suwabe |
| Hathaway Noa | Kenshō Ono |
| Gigi Andalucia | Reina Ueda |
| Lane Aim | Soma Saito |
| Amuro Ray | Tōru Furuya |
| Vilantes Suecken | Hayato Inomata |
| Josef Cedi | Noriaki Kanze |
| Drab Liddo | Taihi Kimura |
| Rod Hein | Kazuki Kyan |
| Julia Suga | Anna Nagase |
| Brinks Wedge | Hiroshi Shirokuma |
| Chartchai Coleman | Shin’ya Takahashi |
| Ridorick | Shūichi Uchida |
| Hala Morley | Mahana Yamasaki |
| Lowaist Heinrich | Taiki Yamashita |
Nama Amuro Ray juga menjadi perhatian tersendiri bagi penggemar yang mengikuti perjalanan panjang waralaba Gundam. Kehadirannya menambah bobot nostalgia pada proyek film ini.
Sunrise Studios tetap memegang kendali
Produksi film ini berada di tangan Sunrise Studios, studio di bawah Bandai Namco Filmworks. Posisi itu menunjukkan bahwa proyek ini tetap terhubung erat dengan akar utama Gundam.
Shukou Murase duduk sebagai sutradara, sementara Yasuyuki Muto menulis skenarionya. Kombinasi tersebut kembali mengarahkan film ke perpaduan drama personal, intrik militer, dan ketegangan besar yang menjadi ciri khas seri ini.
Dengan jadwal tayang pada 29 Mei 2026, penonton di Indonesia akan kembali mengikuti kelanjutan konflik Hathaway Noa di layar lebar. Nymph Circe menempatkan Mafty, Federasi Bumi, dan para tokohnya dalam pertarungan yang tampak semakin dalam dan sulit dipisahkan dari luka masa lalu.
Source: www.medcom.id