KONI Jatim Dorong Sport Intelligence, Prestasi Atlet Tak Lagi Bergantung Intuisi

KONI Jawa Timur mendorong penerapan sport intelligence sebagai dasar baru dalam pembinaan olahraga prestasi. Pendekatan ini dinilai membuat keputusan lebih terukur karena bertumpu pada data, bukan sekadar intuisi.

Bagi KONI Jatim, arah pembinaan olahraga tidak cukup hanya disusun rapi di atas kertas. Ukuran akhirnya tetap sama, yakni prestasi atlet di arena pertandingan.

Data menjadi fondasi sejak awal pembinaan

Ketua KONI Jatim M. Nabil menegaskan bahwa sport intelligence tidak boleh berhenti pada aktivitas mengumpulkan dan mengelola data. Menurut dia, pendekatan itu harus menjadi dasar penyusunan kebijakan pembinaan agar benar-benar melahirkan prestasi atlet.

Dalam pandangan KONI Jatim, penerapan konsep ini bisa dimulai sejak tahap awal pembinaan. Fungsinya mencakup rekrutmen atlet, pengelolaan data, hingga penyusunan strategi menuju kompetisi.

AspekPeran dalam Sport IntelligenceTujuan
Rekrutmen atletMemakai data sebagai dasar pemilihanMenemukan atlet yang tepat sejak awal
Pengelolaan dataMenghimpun dan mengolah informasi pembinaanMenyusun langkah yang lebih terarah
Strategi kompetisiMenyusun kebijakan dari hasil penggalian dataMeningkatkan peluang prestasi

Nabil menjelaskan bahwa inti pendekatan ini terletak pada metodologi penggalian data, pengelolaan data, dan kebijakan yang lahir dari proses tersebut. Semua itu, kata dia, harus bermuara pada pencapaian prestasi.

Prestasi tetap jadi tolok ukur utama

KONI Jatim menilai keberhasilan pembinaan olahraga tidak bisa hanya diukur dari tertibnya organisasi atau bagusnya sistem administrasi. Tolok ukur yang paling penting tetap ada pada capaian atlet saat bertanding.

Karena itu, penguatan sistem berbasis data dipandang penting agar pembinaan olahraga di Jawa Timur lebih terarah dan efektif. Dengan cara tersebut, setiap kebijakan diharapkan tidak berhenti pada wacana, melainkan memberi hasil nyata di lapangan.

Nabil juga menekankan bahwa sport intelligence harus menghasilkan prestasi sebagai tujuan akhir. Dari sudut pandang KONI Jatim, pembinaan yang modern bukan hanya soal kelengkapan data, tetapi soal seberapa jauh data itu membantu atlet meraih hasil terbaik.

Source: www.suarasurabaya.net
Berita Terkait