Konten AI Dianggap Bukan Ancaman, Instagram Justru Menilai Kreator Manusia Makin Dicari

Author: Redaksi Android62

Ledakan konten sintetis di internet tidak membuat Instagram memilih sikap menutup pintu. Kepala Instagram, Adam Mosseri, justru menilai banjir konten buatan AI bisa membuat kreativitas, autentisitas, dan sosok manusia semakin bernilai di mata pengguna.

Pandangan itu menjadi sorotan di tengah kekhawatiran industri kreator terhadap maraknya influencer buatan AI, model virtual, dan video sintetis. Banyak kreator khawatir teknologi ini akan menekan pendapatan mereka, terutama saat merek mulai melirik figur digital yang tidak memerlukan gaji, cuti, atau tidur.

Instagram Tetap Bertumpu Pada Sosok Di Balik Konten

Dalam podcast Lenny Rachitsky yang tayang pada Kamis (9/7), Mosseri mengatakan bahwa dunia yang dibanjiri konten sintetis justru dapat membuat orang semakin mencari karya yang terasa manusiawi. Ia menegaskan bahwa Instagram sejak lama berinvestasi pada kreator karena pengguna peduli pada sosok di balik konten, bukan semata isi unggahannya.

Menurut Mosseri, Instagram tidak pernah hanya menjadi tempat berbagi konten. Platform itu juga dibangun oleh siapa pembuatnya, sudut pandangnya, dan alasan mereka membagikan sesuatu.

Pemakaian AI Dinilai Perlu Diberi Penanda, Bukan Disaring

Alih-alih membatasi unggahan hasil AI, Mosseri menilai Instagram sebaiknya membantu pengguna memahami jenis konten yang mereka lihat. Ia mengatakan platform tidak perlu menyaring konten AI, melainkan cukup memberi penanda apakah suatu konten dibuat dengan AI atau tidak.

Pendekatan itu, menurut dia, sejalan dengan pandangan bahwa konten seharusnya dinilai dari kualitas dan sosok di baliknya, bukan dari alat yang digunakan untuk membuatnya. Mosseri juga menekankan bahwa Instagram perlu lebih baik dalam membedakan konten AI berkualitas tinggi dari yang berkualitas rendah.

Pokok Sikap Instagram Penjelasan
Konten AI Tidak perlu disaring, cukup diberi penanda
Nilai utama Kualitas karya dan sosok pembuatnya
Fokus platform Membantu pengguna memahami jenis konten yang dilihat

AI Juga Mengubah Selera Visual Di Instagram

Ini bukan pertama kalinya Mosseri menyoroti dampak AI terhadap Instagram. Pada Desember lalu, ia sempat menyebut AI telah “membunuh” estetika citra di Instagram karena gambar yang terlalu sempurna kini terasa murah diproduksi dan membosankan untuk dikonsumsi.

Meski begitu, Mosseri tetap melihat AI sebagai faktor yang mendorong perubahan positif bagi platform tersebut. Menurut dia, keunggulan jangka panjang Instagram tetap bertumpu pada kemampuannya menghubungkan orang dengan orang lain, bukan sekadar memamerkan konten hasil mesin.

Di tengah semakin mudahnya pembuatan konten sintetis, pernyataan itu menegaskan posisi Instagram yang tidak menempatkan AI sebagai lawan mutlak. Platform ini justru melihat kehadiran konten buatan mesin sebagai pemicu meningkatnya nilai pada kreativitas manusia dan identitas pembuatnya.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru