Gorontalo Bikin Kontingen Jawa Barat Tertarik, Kunci Nilai Tambah Jagung Ada di Pemasaran

Author: Redaksi Android62

Gorontalo menarik perhatian kontingen Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) XVII 2026 dari Jawa Barat karena keberhasilannya mengangkat jagung menjadi komoditas bernilai tambah. Bagi rombongan itu, kekuatan Gorontalo bukan hanya pada produksi, melainkan pada kemampuan memasarkan jagung ke luar daerah dan mengolahnya menjadi produk turunan.

Wakil Ketua I Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat, Asep Halim, menilai pengalaman tersebut penting dipelajari karena memberi gambaran bagaimana jagung dapat memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi petani. Ia melihat hilirisasi di Gorontalo berjalan lebih jauh dibandingkan pola yang selama ini ditemui di daerahnya.

Produksi saja tidak cukup

Menurut Asep, budidaya jagung di Gorontalo dan Jawa Barat pada dasarnya tidak jauh berbeda. Namun, Gorontalo dinilai unggul dalam pengolahan hasil dan pemasaran sehingga jagung tidak berhenti sebagai bahan mentah.

“Kalau di budidaya mungkin hampir sama, tetapi di sini kelebihannya pada pemasaran. Gorontalo sudah bisa memasarkan jagung keluar daerah. Kemudian turunan dari jagungnya juga sudah dibuat menjadi berbagai olahan,” kata Asep di sela kegiatan Penas KTNA XVII di Gorontalo.

Penguatan pasar dan hilirisasi itu menjadi perhatian utama kontingen Jawa Barat karena mereka ingin melihat langsung bagaimana nilai tambah dibangun dari komoditas yang sama. Bagi mereka, pengalaman seperti ini dapat menjadi bahan pembanding untuk pengembangan agribisnis jagung di wilayah masing-masing.

Perbedaan pola pemanfaatan di Jawa Barat

Di Jawa Barat, jagung lebih banyak terserap untuk kebutuhan pakan ternak. Pola itu sejalan dengan tingginya populasi ternak unggas dan ternak besar di provinsi tersebut.

“Kalau di Jawa Barat kebanyakan jagung digunakan untuk pakan ternak. Di sini kelihatannya sudah ada produk turunannya selain dijual dalam bentuk jagung kering,” ujarnya.

Perbedaan itu membuat Gorontalo dipandang menarik sebagai rujukan. Kontingen Jawa Barat tidak hanya mencari pelajaran budidaya, tetapi juga cara membangun pasar agar petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih luas.

Forum Penas KTNA sebagai ruang belajar

Selain mengikuti agenda wajib seperti rembuk utama, temu profesi, temu usaha, dan gelar teknologi, peserta dari Jawa Barat juga memanfaatkan forum Penas KTNA untuk menggali praktik pengembangan jagung di daerah tuan rumah. Mereka melihat ajang ini sebagai ruang bertukar pengalaman sekaligus mencari inovasi yang bisa dibawa pulang.

Kontingen Jawa Barat yang hadir berjumlah 125 orang. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan penyelenggaraan Penas sebelumnya yang biasanya diikuti lebih dari 300 peserta karena sebagian besar berangkat secara swadaya di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta berharap dapat menyerap pengetahuan baru dari petani berbagai daerah. Fokus utamanya tetap pada penguatan pemasaran dan pengolahan jagung, dua hal yang dinilai menjadi pembeda utama Gorontalo di mata kontingen Jawa Barat.

Source: gorontalo.antaranews.com
Berita Terbaru